Kamis, 03 Mei 2018

HASIL DISKUSI HARIAN PIKET SEKRET KSPE



Kompas, 26 April 2018

LANGKAH BCA SUKSESKAN EFISIENSI PEMBAYARAN
PRO :
Produk yang diluncurkan oleh Bank BCA berupa BCA GPN dapat mempermudah pemrosesan transaksi dalam negeri dan juga memungkinkan sharing antar Bank di Indonesia. Dengan begitu, dapat mendorong kemandirian sistem nasional. Dengan adanya produk BCA GPN, memungkinkan terjaminnya keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi di dalam negeri. Diluncurkannya kartu Paspor BCA GPN juga memberikan dampak positif tidak hanya bagi kalangan masyarakat, tetapi juga kepada pelaku industri dan merchant. Hal ini semakin memajukan perkembangan di bidang perbankan di Indonesia. Kemudahan juga ditawarkan kepada nasabah yang saat ini dilakukan adalah kemudahan untuk mengganti kartu lamanya dengan Paspor BCA GPN atau dengan membuka Rekening baru untuk mendapatkan kartu Paspor BCA GPN dengan tidak dikenakan biaya kepada nasabah.

KONTRA:
Diluncurkannya kartu Paspor BCA GPN merupakan program yang bagus karena sangat mempermudah dalam bertransaksi, namun kartu tersebut hanya tersedia di kantor cabang BCA Jabodetabek dan tidak ada di daerah lainnya. Sehingga sangat sulit bagi masyarakat di luar daerah Jabodetabek untuk membuat kartu Paspor BCA GPN karena harus ke Jabodetabek dulu. Selain itu, untuk menbuat kartu BCA GPN harus membuka rekening baru



Rabu, 02 Mei 2018

DIES NATALIS KSPE KE -12




Hari jadi atau Dies Natalis Kelompok Studi Penelitian terjadi pada tanggal 28 Februari 2006. Tepat ditanggal 28 Februari 2018 KSPE genap berumur 12 tahun. Kami sedikit mereview mengenai perjalanan KSPE dari tahun ke tahun melalui acara Dies Natalis yang dilasanakan pada tanggal 28 April 2018 dengan tema "MOMENT FULL OF LOVE WITH KSPE". Dari acara kegiatan tersebut kami berharap sejarah berdirinya KSPE dapat di ingat oleh anggota, pengurus, demisioner dan alumni KSPE. di hari jadi yang ke-12 JAYALAH SELALU KSPE-KU. Kami bangga menjadi bagianmu !

HASIL DISKUSI HARIAN PIKET SEKRET KSPE


Kompas Rabu, 25 April 2018

Pengusaha Mulai Buka Opsi Menaikkan Harga
Pro:
Pengusaha disejumlah sektor industri mulai membuka opsi untuk menaikkan harga. Hal ini dilakukan karena terjadi pelemahan posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurut kurs referensi Jisdor yang diterbitkan oleh bank Indonesia, nilai tukar rupiah tercatat Rp. 13.900 perdolar AS. Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan kenaikan harga bahan baku yang bersumber dari impor. Kenaikan harga secara otomatis memengaruhi naiknya ongkos impor. Hal ini menyebabkan semakin banyak biaya yang dikeluarkan oleh industri tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini pengusaha mengambil sebuah kebijakan yaitu dengan mengambil opsi untuk menaikkan harga produk untuk mengatur stabilitas harga. Kebijakan ini dilakukan dengan harapan agar tidak mengecewakan pelanggan, karena dengan memutuskan opsi ini pengusaha tidak akan mengurangi kualitas produk dan diharapkan juga para pelanggan mengerti dan mendukung kebijakan opsi kenaikan harga ini.

Kontra:
Pengusaha di sejumlah sektor industri mulai membuka opsi umtuk menaikkan harga dirasa kurang bija, karena menurut PT Bank Mandiri Tbk. Kartika Widjoamodjo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kemugkinan hanya berlangsung sementara. Tekanan terhadap rupiah itu juga dipengaruhi pembayaran dividen keluar negeri menggunakan valas yang biasanya dibayarkan pada bulan April dan Mei. Dengan naiknya harga akan mengakibatkan kekacauan harga di masayarakat. Dikarenakan jika pengusaha industri mulai menaikkan harga, tren yang di ikuti oleh para produsen akan meningkatkan harga barang produksinya. Yang terkena dampaknya adalah para konsumen menengah ke bawah. Seharusnya yang dilakukan oleh para produsen adalah menunggu kepastian pemerintah dan tentang kepastian ekonomi agar tidak terjadi kekacauan harga di antara masyarakat.


HASIL DISKUSI HARIAN PIKET SEKRET KSPE



Kompas Selasa, 24 April 2018

JUTAAN NOMOR DIBLOKIR
Pro:
Kami setuju, karena agar tidak ada oknum-oknum yang tidak ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan nomor yang tidak terregistrasi yang dapat merugikan pihak-pihak seperti kejahatan berupa penipuan berkedok ”mama minta pulsa”, kecelakaan, bencana/musibah dll. Dengan mengeluarkan keputusan bahwa semua nomor prabayar yang diregistrasikan ulang secara massal, maka dengan itu nomor yang terigstrasi tidak dapat menyalah menggunakan nomor dengan sembarangan agar tidak terjadi yang dapat merugikan pihak-pihak yag bersangkutan.
Namun perlu diperhatikan, kebijakan wajib registrasi dengan kartu induk penduduk ini masih belum terlalu efisien. Terbukti dengan masih adanya penyelewengan pengguna yang mendatakan satu data kartu induk untuk segera mengantisipasi masalah “Jutaan nomor yang diblokir” agar masyarakat merasa nyaman dan aman dalam menggunakan nomor prabayar untuk dapat menjalankan aktivitas komunikasi dengan baik dan tidak adanya pelanggaran hak pada masyarakat dalam hal teknologi informasi dan komunikasi.

Kontra:
Kurang setuju dalam pemblokiran nomor saat seseorang tidak merigistrasi dengan nomor induk keluarga. Karena kemampuan setiap orang dalam menggunakan telfon genggam tidak sama. Di daerah yang terpelosok atau mayoritas masyarakat gaptek maka mereka akan sulit memahami tentang peraturan tersebut. karena mungkin mereka menggunakan HP hanya untuk telfon dan menyimpan nomor penting untuk kebutuhan mereka. Lalu di daerah yang terpencil yang sulit dijangkau oleh sinyal maka akan kesulitan dalam melakukan registrasi tersebut. serta pemikiran orang tua lebih suka menggunakan satu nomor. Nah, apabila nomor tersebut langsung diblokir menurut kami itu tidak menyelesaikan masalah. Mereka yang tinggal di daerah terpencil tidak tahu informasi akan bingung karena tiba-tiba Hpnya tidak bisa digunakan.



-SEMOGA BERMANFAAT :) :)-

Sabtu, 07 April 2018

DISKUSI HARIAN (RI BUKA PELUANG IMPOR DAGING SAPI DARI BRAZIL JELANG PUASA)


RI Buka Peluang Impor Daging Sapi dari Brazil Jelang Puasa
(Sumber: Preseidem RI.co.id, CNN Indonesia, Kompas.com)





PRO:



Pemerintah berencana mengimpor daging selain dari Australia juga mengimpor dari Brazil. Sapi yang diimpor tetap berupa sapi bakalan, sesuai dengan kewajiban yang tertera pada UU No.41 Tahun 2014 . Tujuan dari impor daging ini yaitu agar bisa mendapatkan pasokan daging yang lebih murah. Pemerintah ingin agar harga daging sapi bisa turun dibawah harga Rp.100.000/kg sebelum bulan ramadhan . Mengingat persediaan suplai daging disaat permintaan naik tinggi sangat penting untuk menstabilkan harga bahan pokok yang bergejolak setiap kali memasuki bulan ramadhan sampai hari raya Idul Fitri.
Menurut Tomas Hermawan selaku ketua umum gabungan pengusaha makanan dan minuman Indonesia menyatakan bahwa impor daging dari Brazil dibutuhkan karena pasokan daging dalam negeri masih belum mencukupi dan harga daging dari Brazil lebih murah daripada Negara lainnya. Terkait dengan kurangnya pasokan daging sapi lokal, praktisi pertanian dan peternakan, F. Rahardi menyatakan bahwa hal yang menjadi penyebab pasokan yaitu harga yang tak kunjung mengalami penurunan akibat tingginya harga daging sapi hidup di dunia pada sekitar bulan ramadhan. Dengan demikian, kami menyetujui adanya impor daging sapi dari Brazil jelang puasa diharapkan dengan adanya ini dapat menekan harga daging sapi yang melonjak tinggi sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.

KONTRA:
            Dengan adanya rencana impor daging sapi dari Brazil akan mengakibatkan ketidakmandirian peternak sapi lokal, karena para peternak sapi akan selalu menggantungkan pada impor tersebut. Selain itu, peternak sapi potong akan merasa dirugikan karena harga daging sapi yang dijual olehnya lebih mahal dibandingkan dengan harga daging sapi impor. Disamping itu, dalam proses pemotongan sapi impor masih diragukan kehalalannya, maksudnya apakah proses pemotongan tersebut sudah sesuai dengan syariat Islam atau belum. Karena daging sapi nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dalam peraturan mentri perdagangan No.37 tahun 2016 “tentang ketentuan ekspor dan impor produk hewan disebutkan bahwa salah satu yang dapat diimpor oleh importir adalah sapi dalam keadaan hidup dan siap dipotong untuk dagingnya siap dijual kepasar”. Dengan adanya peraturan tersebut bahwa yang seharusnya diimpor adalah sapi yang masih hidup, bukan dagingnya.
            Teguh Boediyana selaku ketua umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) justru mempertanyakan kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah ini. Menurutnya membuka daging sapi impor ke pasar tradisional menunjukkan sikap pemerintah yang tidak konsisten soal swasembada sapi.
            Seharusnya pemerintah lebih menekankan kebijakan yang bersifat mendukung peternak lokal, seperti pemerintah harus konsisten terhadap kebijakan swasembada sapi, yaitu memberikan sapi kepada peternak sapi sehingga para peternak menghasilkan daging sapi yang banyak. Dan juga memberi dorongan kepada peternak agar lebih termotivasi untuk mengelola sapi dengan baik.  


HASIL DISKUSI HARIAN PIKET SEKRET KSPE

Kompas, 26 April 2018 LANGKAH BCA SUKSESKAN EFISIENSI PEMBAYARAN PRO : Produk yang diluncurkan oleh Bank BCA berupa BCA GPN dap...