Jumat, 09 April 2021

HASIL DISKUSI KELOMPOK 7

 8 April 2021

Topik: Pemerintah akan Melakukan Subsidi LPG 3 Kg secara Tertutup Tahun 2022.

Link berita: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210407152931-85-627063/penyaluran-subsidi-lpg-3-kg-dilakukan-secara-tertutup-di-2022

Penyaluran Subsidi LPG 3 KG Dilakukan Secara Tertutup di 2022

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan subsidi LPG 3 Kg akan diberikan langsung kepada warga miskin berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) mulai tahun depan. Agar penyaluran subsidi dengan skema tertutup ini berjalan lancar dan tepat sasaran, pemerintah juga telah melakukan perbaikan sistem DTKS bersama pemerintah daerah melalui updating, verifikasi dan validasi data.

"Harapannya bisa kami lakukan, kalau nanti sesuai arahan dari Banggar (Badan Anggaran), ini bisa kami lakukan pada 2022," ujarnya dalam rapat 'Formulasi Subsidi dan Kompensasi yang Tepat Sasaran Bagi Masyarakat Miskin dan Rentan Miskin' di Banggar DPR, Rabu (7/4).

Febrio menjelaskan selama ini masih terjadi selisih harga cukup tinggi dalam penyaluran subsidi LPG 3 Kg, yakni sekitar Rp6-7 ribu per tabung. Karena itu, pemerintah mengusulkan agar penyaluran diubah menjadi skema tertutup atau langsung kepada konsumen.

"Dilakukan dengan perbaikan sistem DTKS, ini dilakukan dengan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka updating, verifikasi, dan validasi data, sehingga datanya semakin reliabel dan akurat," tuturnya. Selain itu, penyaluran LPG 3 Kg langsung kepada masing-masing penerima tersebut juga merupakan bagian dari transformasi subsidi energi yang diarahkan untuk perlindungan sosial (perlinsos).

"Secara garis besar yang ingin kami usulkan, adalah transformasi ke subsidi berbasis orang program perlinsos (perlindungan sosial). Dalam konteks LPG misalnya, ini diarahkan ke program perlinsos," jelasnya.

Menurut Febrio penyaluran subsidi secara terbuka yang terjadi saat ini tidak tepat sasaran karena dapat dirasakan oleh semua kelompok masyarakat. Padahal, pemberian subsidi ini ditujukan kepada kelompok miskin atau 40 persen masyarakat berpenghasilan terbawah. Ia menyebutkan, hanya 36 persen dari kelompok miskin yang telah menikmati subsidi LPG 3 kg. Sementara di antara 40 persen masyarakat berpenghasilan atas, 39,5 persennya menikmati subsidi tersebut. "Kelihatan bahwa yang menikmati subsidi itu adalah orang yang justru yang tidak berhak. Inilah yang kita perbaiki ke depan," pungkasnya.

HASIL DISKUSI

Pro

Kebijakan pemerintah terkait penyaluran subsidi LPG 3 kg yang dilakukan secara tertutup bertujuan agar bantuan subsidi tepat sasaran. Hal ini disebabkan karena hingga saat ini justru masyarakat dengan penghasilan atas lebih banyak menikmati subsidi tersebut daripada masyarakat yang berpenghasilan bawah. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya pembagian LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Terkait harga, sebenarnya pemerintah sudah memberikan harga sepadan di setiap daerah. Akan tetapi dikarenakan saat ini penyaluran gas LPG dilakukan secara terbuka, membuat banyak masyarakat yang lebih menginginkan LPG bersubsidi tersebut. Dengan banyaknya permintaan yang tidak sebanding dengan penawaran, maka penjual jadi menaikkan harga. Selain itu, kebijakan ini tidak akan sampai terjadi kelangkaan LPG. Karena LPG akan tetap dijual di pasaran, hanya saja subsidinya yang tertutup bukan penjualannya yang tertutup.

Kontra

Kebijakan pemerintah terkait penyaluran subsidi LPG 3 kg secara tertutup terlebih dahulu perlu melakukan penyetaraan harga LPG bersubsidi. Mengingat harga jualnya di beberapa daerah, khususnya di luar Pulau Jawa masih terlampau jauh dengan HET yang telah ditetapkan. Selain itu, dengan adanya penyaluran subsidi secara tertutup yang juga dilakukan secara terpusat, akan berpotensi menimbulkan kelangkaan di pasaran. Padahal, masyarakat di Indonesia sudah terbiasa dengan mekanisme penjualan secara terbuka sehingga siapapun dapat membeli produk tersebut. Masyarakat juga sebenarnya tidak terlalu peduli dengan harga LPG yang ditawarkan, termasuk LPG bersubsidi. Karena di beberapa daerah, harga jualnya lebih tinggi dari HET yang dipatok. Dengan timbulnya kelangkaan, justru masyarakat akan bereaksi keras dan melakukan aksi-aksi lain atas pemberlakuan kebijakan tersebut.

Kesimpulan

Penyaluran subsidi LPG 3 kg secara terbuka yang terjadi saat ini tidak tepat sasaran, karena dapat dirasakan oleh semua kelompok masyarakat. Bisa kita lihat bahwa banyak masyarakat yang menikmati subsidi tersebut justru adalah masyarakat yang tidak berhak. Padahal, pemberian subsidi ini ditujukan kepada kelompok miskin atau 40 persen masyarakat berpenghasilan terbawah. Hal inilah yang harus pemerintah perbaiki ke depannya. Oleh karena itu, mulai tahun depan pemerintah akan melakukan kebijakan pemberian subsidi LPG 3 kg secara tertutup dan memberikan secara langsung kepada warga miskin berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Kebijakan ini diharapkan mampu meminimalisir terjadinya pemberian subsidi LPG yang tidak tepat sasaran dan dapat membantu warga yang lebih berhak mendapatkan bantuan tersebut.

HASIL DISKUSI KELOMPOK 6

 7 April 2021

Topik   : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi pergerakan saham pertambangan masih lambat.

Link berita       : https://money.kompas.com/image/2021/04/07/064153426/ihsg-berpeluang-menguat-simak-rekomendasi-saham-hari-ini?page=1.

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/4/2021).

"Adapun pergerakan IHSG telah menguji garis MA (moving average) 60 pada sebelumnya sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance masih terbuka lebar," ujar Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama.

Sementara itu berdasarkan rasio fibonacci, pergerakan IHSG akan berada pada level 5.940.99 hingga 6.054.36.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi juga berpendapat yang sama terkait proyeksi IHSG hari ini. Ia menilai, IHSG pada perdagangan hari ini secara teknikal berpotensi menguat dengan support resistance 5.962-6.093.

Secara teknikal, menurut dia, IHSG bergerak terkonsolidasi membentuk pola rebound di level psikologis 6.000.

"Indikator stochastic bergerak mendatar pada area dekat oversold dengan MACD yang bergerak undervalue dengan divergence positif dengan histogram," ujarnya.

Investor akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik. Kemudian, investor akan fokus pada hasil pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) 2021 dan Bank Dunia dalam panel tentang ekonomi global, serta Federal Reserve (Fed) akan menerbitkan risalah dari pertemuan di bulan Maret.

Senada dengan dua pakar analisis sebelumnya, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang juga memperkirakan IHSG Rabu akan menguat direntang level 5.953 hingga 6.064.

Adapun penggerak IHSG tersebut menguat diantaranya naiknya indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan iShares MSCI Indonesia Investable Market Index Fund (EIDO).

Selain itu, pemicu penguatan pasar bursa efek dipengaruhi naiknya harga Komoditas seperti minyak, nikel, timah, dan emas. Sedangkan dari sisi global, disebabkan turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) untuk tenor 10 Tahun.

1. Analisis Binaartha Sekuritas

ASII, akumulasi pada level 5.200-5.400, dengan target harga secara bertahap di level 5.550, 5.700, 5.850, 6.000, 6.650 dan 7.775, support 5.000.

BBCA, akumulasi pada level 30.400-30.900, dengan target harga secara bertahap di level 31.450, 33.200, 34.050, 37.600 dan 39.050, support 29.000.

ICBP, akumulasi pada level 8.775-8.825, dengan target harga secara bertahap di level 8.900, 9.200 dan 9.500, support 8.775 dan 8.675.

INDY, akumulasi pada level 1.435-1450, dengan target harga secara bertahap di level 1.470, 1.500, 1.615, 1.735 dan 1.850, support 1.435 dan 1.380.

INTP, akumulasi pada level 11.950-12.200, dengan target harga secara bertahap di level 12.500, 14.875, 17.250 dan 19.625, support 11.950 dan 11.250.

MYOR, akumulasi pada level 2.430-2.530, dengan target harga secara bertahap di 2.600, 2.780 dan 2.950, support 2.420 dan 2.390.

SMGR, akumulasi buy pada level 10.200-10.375, dengan target harga secara bertahap di level 10.700, 11.275, 12.625 dan 13.950, support 9.925.

WSBP, akumulasi pada level 185-200, dengan target harga secara bertahap di level 214, 244, 314 and 382, support 176.

2. MNC Asset Management

SMRA akan bergerak direntang 910-1.030. Edwin rekomendasikan untuk beli di level 970, dengan target harga 1.030, stop loss di 910.

ADHI akan bergerak direntang 1.050-1.200. Ia rekomendasikan netral beli di level 1.110, dengan target harga 1.200, stop loss di 1.050.

JSMR akan bergerak direntang 4.120-4.430. Ia rekomendasikan netral beli di level 4.270, dengan target harga 4.430, stop loss di 4.120.

INDF akan bergerak direntang 6.675-6.900. Edwin rekomendasikan beli di level 6.750, dengan target harga 6.900, stop loss di 6.675.

INCO akan bergerak direntang 4.440-4.900. Ia rekomendasikan netral beli di level 4.660, dengan target harga 4.660, stop loss di 4.440.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

HASIL DISKUSI 

Pro

Setuju dengan IHSG yang menguat membuat para investor dalam negeri maupun luar negeri untuk berinvestasi saham di Indonesia. Jika cenderung naik, harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga baik/meningkat. Sebaliknya, jika IHSG turun, artinya harga-saham BEI sedang menurun. Peluang ini sangat berguna bagi para investor yang ingin menganalisis pasar mungkin untuk berinvestasi jika IHSG menunjukkan peningkatan. Dalam penguatan IHSG dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya segi technical, fundamental, dan faktor jangka pendek.

Kontra

Tidak setuju dengan investasi di sektor pertambangan, karena dilihat dari pergerakan saham di pertambangan yang melambat tidak disarankan untuk mengambil saham disitu karena tidak cocok untuk para investor yang aktif. Alternatifnya bisa berinvestasi di sektor perbankan karena lebih\ memiliki prospek yang menjanjikan.

Kesimpulan

            Dengan peningkatan IHSG di pasar perdagangan BEI yang disebabkan oleh naiknya komoditas nikel, emas dan timah, hal ini menarik perhatian para investor untuk berinvestasi. Dengan naiknya IHSG, harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga baik/meningkat. Namun, karena pergerakan saham di sektor pertambangan yang masih melambat, para investor harus leih teliti dalam membeli saham. Hal yang harus diperhatikan adalah fundamental sektor tersebut. Meskipun memiliki pergerakan saham yang masih lambat, tetapi jika mempunyai fundamental yang bagus hal itu tidak menutup kemungkinan untuk tempat berinvestasi, karena pergerakan saham suatu sektor tidak selau melambat.

HASIL DISKUSI KELOMPOK 5

 7 April 2021

Topik : “Dana BLT untuk UMKM Dipangkas, Kenapa?”

 

Link berita : 

https://m.liputan6.com/bisnis/read/4525079/dana-blt-untuk-umkm-dipangkas-50-persen-kenapa.

 

Dana BLT untuk UMKM Dipangkas 50 Persen, Kenapa?

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya blak-blakan alasan pemerintah yang terpaksa memangkas nilai program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM hingga 50 persen untuk masing-masing penerima manfaat. Sehingga, seluruh penerima BLT UMKM 2021 akan memperoleh nilai bantuan sebesar Rp1,2 juta tidak lagi Rp2,4 juta seperti tahun 2020 lalu.

"Untuk tahun ini (BPUM) berbeda dengan tahun lalu. Seperti besarannya berkurang karena keterbatasan anggaran dan pertimbangan lain menjadi setengahnya," tegasnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/4/2021).

Dia mengungkapkan, keputusan untuk menyunat dana bantuan BLT UMKM itu tak lepas dari adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah. Walhasil, suka tidak suka realisasi nilai anggaran BPUM tahun ini perlu untuk disesuaikan.

"Jadi, sekarang (nilai BPUM) menjadi Rp1,2 juta per penerima," terangnya.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi kembali melanjutkan berbagai program stimulus dalam rangkaian Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pemulihan koperasi usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM 2021.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya mengatakan, kembali digulirkannya program tersebut dikarenakan BPUM dinilai cukup efektif pada pelaksanaannya di tahun 2020 lalu.

"Program BPUM dinilai cukup efektif pada tahun 2020, sehingga pada tahun 2021 pemerintah melaksanakan kembali program tersebut. Dan berdasarkan rapat KPCPEN pada tanggal 1 Maret 2021, program BPUM diputuskan untuk dilanjutkan kembali pada tahun 2021," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/4).

Adapun besaran anggaran program BPUM atau BLT UMKM 2021 mencapai Rp15,36 triliun. Angka tersebut ditargetkan menyasar 12,8 juta pelaku usaha mikro. "Dan untuk tahap 1 telah tersedia anggaran sebesar Rp11,76 triliun untuk 9,8 juta pelaku usaha mikro," katanya.

Setelah penyaluran tahap 1 selesai, selanjutnya akan di luncurkan BPUM tahap 2 dengan anggaran sebesar Rp3,6 triliun. Angka itu diproyeksikan akan menyasar 3 juta pelaku usaha mikro.

HASIL DISKUSI

Pro

Dari sisi belanja APBN sebagai instrumen fiskal yang melakukan akselerasi pemulihan dan terlihat di dalam belanja yaitu semua tumbuh positif dibandingkan Januari tahun lalu. Dimana sekarang ini sudah meningkat 30%. Selain itu umkm juga sudah tumbuh positif melalui jualan online. Menurut Menteri Koperasi UMKM, Teten Masduki mengatakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada sektor online di masa pandemi terus mengalami pertambahan hingga mencapai 26 persen. Bahkan sejak tahun lalu pertambahan sektor jualan online di Indonesia mencapai 12 juta, padahal sebelumnya itu masih 3 juta dari total  sekitar 56 juta umkm. Hal ini menunjukkan umkm mulai beradaptasi dan memahami pangsa pasar mereka. Pemerintah Indonesia secara resmi melanjutkan program bantuan untuk UMKM. Namun rupanya pada tahun 2021, pemerintah dan jajarannya sepakat melakukan pemotongan bantuan sebesar 50 persen dari jumlah yang sebelumnya. Adapun pemotongan tersebut senilai Rp 1.200.000 dari jumlah bantuan semula Rp 2.400.000. Di lain sisi juga banyak program pemerintah seperti bantuan yang harus direalisasikan sehingga  penerima BLT UMKM saat ini. Kabar positifnya, selain memberikan pemotongan pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru seperti menambah lembaga penyaluran bantuan tujuannya agar UMKM di Indonesia lebih cepat mendapatkan bantuan terutama dalam masalah pencairan dana. Penerima BLT UMKM akan bertambah 3 juta orang yang semula 9,8 juta sehingga totalnya menjadi 12,8 juta orang.  Tercatat pada kuartal I 2021, pemerintah telah menyalurkan BLT UMKM kepada sekitar 6,7 juta pelaku usaha mikro dengan nilai mencapai Rp 6,2 triliun. Pelaku usaha mikro yang menerima bantuan tersebut, terdiri atas 5,8 juta penerima lama (penerima BLT UMKM 2020) dan sekitar 900.000 pelaku usaha mikro baru (penerima BLT UMKM 2021)

Kontra  

Diketahui program ini telah dilakukan juga Tahun lalu dan dinilai cukup efektif untuk menekan pertumbuhan ekonomi, selain itu diketahui juga bahwa pemangkasan program ini bukan hanya pada jumlah dana yang berikan, melainkan juga pada lembaga yang dapat mengusulkan bantuan ini. Menurut Permenkop dan UKM No. 2 tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkop No. 6 tahun 2020, bahwa Lembaga pengusul penyaluran program ini hanya 1, padahal sebelumnya ada 5 lembaga Melihat fakta ini, seharusnya biaya yang dikeluarkan untk program ini menjadi berkurang, dan nantinya Bisa dipindah alokasikan ke dana bantuan dari program ini. Selain itu merujuk pada data APBN 2021 yang diterbitkan oleh Kementrian Keuangan Bahwa pertumbuhan Ekonomi negara naik sebesar 0,4% dari data tersebut juka ditemukan bahwa Anggaran Belanja Negara sebesar Rp2.750,0 Triliun, Rp1.954,5 Triliun untuk Belanja Pemerintah Pusat dan Rp795,5 Triliun Untuk Daerah dan Dana Desa. Yang patut dipertanyakan dari 700 sekian triliun anggaran daerah dan desa Yang dianggarkan untuk program bantuan ini tidak sampai 5% dari anggaran daerah dan desa tersebut Atau total hanya sebesar 30,72 Triliun Selain itu juga ditambah fakta bahwa sebelumnya pemerintah juga memperpanjang stimulus listrik tetapi diskon nya berkurang dan ditiadakan. Yang artinya subsidi pemerintah terhadap rakyat juga berkurang, dan saat ini ditambah lagi pengurangan terhadap bantuan sosial.

Kesimpulan

Pemerintah memangkas bantuan langsung tunai (BLT) kepada pelaku UMKM dari Rp2,4 juta menjadi Rp1,2 juta pada 2021. Penerima BLT UMKM akan bertambah 3 juta orang yang semula 9,8 juta sehingga totalnya menjadi 12,8 juta orang. Keputusan untuk memangkas bantuan BLT UMKM, itu tak lepas dari adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Selain itu, program ini telah dilakukan juga Tahun 2020 dan dinilai cukup efektif untuk menekan pertumbuhan ekonomi, merujuk pada data APBN 2021 yang diterbitkan oleh Kementrian Keuangan Bahwa pertumbuhan Ekonomi negara naik sebesar 0,4% dari data tersebut juka ditemukan bahwa Anggaran Belanja Negara sebesar Rp2.750,0 Triliun, Rp1.954,5 Triliun untuk Belanja Pemerintah Pusat dan Rp795,5 Triliun Untuk Daerah dan Dana Desa.

Rabu, 07 April 2021

HASIL DISKUSI KELOMPOK 4

 6 April 2021

Link berita : https://news.detik.com/berita/d-5516058/ciri-milenial-gampang-terpapar-terorisme-menurut-bin-tak-berpikir-kritis 

Topik “Internet menjadi faktor utama kaum millenial dapat terpengaruh radikalisme” 

Ciri Milenial Gampang Terpapar Terorisme Menurut BIN: Tak Berpikir Kritis

 BIN mengungkap generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial. BIN menyebut kalangan muda mulai dari usia 17-24 tahun menjadi sasaran utama kelompok teroris menyebarkan paham tersebut.

"Media sosial disinyalir telah menjadi inkubator radikalisme, khususnya bagi generasi muda. Rentang kendali biasanya 17-24 tahun, ini yang menjadi target utama, selebihnya di atas itu second liner," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, dalam acara webinar 'Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial' di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3/2021).

Wawan mengatakan pengguna internet mengalami peningkatan selama masa pandemi COVID-19. Berdasarkan survei BNPT, ada sekitar 80 persen generasi muda rentan terpapar radikalisme, karena cenderung tidak berpikir kritis.

"Kecenderungannya ini dikuatkan dengan survei BNPT terbaru bahwa 80 persen generasi milenial rentan terpapar radikalisme. Ini menjadi catatan kita bahwa generasi milenial lebih cenderung dia menelan mentah, tidak melakukan cek-ricek. Dan sikap intoleran ini biasanya muncul kepada generasi yang tidak kritis di dalam berpikir," katanya.

Wawan mengungkap potensi radikalisme pada generasi milenial melalui medsos, misalnya banyak sekali konten terkait cara membuat bom. Lebih lanjut ada pula yang mengajak generasi muda bergabung sebagai anggota, diajarkan bagaimana menyerang hingga praktik membuat bom.

"Oleh karenanya, kita selalu memberikan literasi dan patroli cyber kita, dan selalu menyampaikan untuk berpikir menanyakan kepada mereka-mereka yang berkompeten, sumber-sumber yang bisa dipercaya dan sahih," ujarnya.

Wawan menyebut penyebaran radikalisme melalui media sosial menjadi menarik bagi generasi muda. Sebab, menurutnya, generasi muda berada di usia rawan karena kebutuhan jati diri dan eksistensi.

"Penyebaran paham-paham radikal yang sering dibumbui narasi heroisme, kemudahan-kemudahan mengakses internet, dan banyaknya waktu luang. Kemudian konten dan narasi radikal kemudian disebar dengan mudah dan diakses oleh generasi muda," ujarnya.

Oleh karena itu, BIN memantau akun-akun medsos yang terdapat komunikasi terkait penyebaran ideologi terorisme, ideologi radikalisme. Adapun narasi terkait ideologi terorisme yang berkembang misalnya dikemas dengan narasi ketidakadilan.

"Radikalisme generasi muda di media sosial adalah propaganda radikalisme media sosial dikemas dengan narasi ketidakadilan. Pesan tersebut membentuk kesesatan berpikir bahwa tatanan sosial saat ini perlu dibenahi dan generasi muda diposisikan sebagai juru selamat yang mampu mengubah keadaan, salah satunya melalui aksi teror," ujarnya.

HASIL DISKUSI

Pro

Kemudahan informasi dan banyak nya informasi yang tersebar dalam medsos/internet yang mengandung unsur radikalisme atau terorisme membuat kaum millenial mudah terpapar radikalisme. Banyaknya media sosial, seperti Ig, Fb, Twitter, Youtube dll memudahkan pendoktrinan terorisme  kepada kaum millenial untuk merekrut anggota. Dalam berita tersebut disebutkan survei BNPT terbaru bahwa 80% generasi milenial rentan terpapar radikalisme , hal tersebut didukung dengan penggunaan internet yang meningkat pada saat pandemi Covid 19. Point nya adalah bukan mudahnya kaum millenial terpapar radikalisme / terorisme , tetapi kaum millenial tidak bisa memilih informasi yang tepat dan bijak berdasarkan umurnya dari arus informasi internet atau media sosial sehingga kecenderungan perilaku millenial dipengaruhi oleh informasi yang didapatkan nya melalui internet / medsos.

Kontra

Paham radikalisme saat ini makin mudah masuk dikalangan generasi muda. Akan tetapi Penyebaran radikalisme melalui internet tak cukup kuat untuk mendorong seseorang melakukan aksi terorisme dan sebagainya, karena internet hanya menjadi salah satu media penyebar pemikiran tersebut. Selain itu, juga ada beberapa hal yg menyebabkan seseorang mudah terpapar radikalisme seperti yg diungkapkan oleh Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi yakni ekonomi dan pendidikan. Meskipun sisi lain informasi di internet menguntungkan gerakan" radikalisme sebagai bentuk propaganda cuma-cuma, tetapi informasi di internet juga memunculkan gerakan massa dari masyarakat sendiri untuk aktif berperan serta menjaga lingkungannya dari hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Misalnya upaya antisipatif atas meluasnya pengaruh gerakan ISIS melalui media sosial dilakukan dengan kampanye secara masif. Kemudian menteri kominfo Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran konten radikal. Setelah memblokir telegram yang terbukti menyebarkan ide" dan konten" berbahaya, pemerintah juga menggandeng Google dan Twitter untuk menangkal konten radikal yang negatif. Hal tersebut membuktikan bahwa Internet berperan penting dalam mengatasi gerakan radikalisme.

Kesimpulan 

Penggunaan internet saat ini memang semakin meningkat. Karena dengan adanya internet, segala informasi mudah untuk disebarkan. Banyaknya media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan lain-lain juga rentan memudahkan pendoktrinan radikalisme/terorisme kepada kaum millenial. Benar adanya selain internet, rendahnya ekonomi dan pendidikan juga dapat memicu seseorang mudah terpapar radikalisme. Namun, kendati demikian tidak sepenuhnya menunjuk bahwa internet merupakan sesuatu yang sifatnya negatif atau dikatakan sebagai faktor utama kaum millenial dapat terpengaruh oleh radikalisme, begitu pun pada kemiskinan dan rendahnya pendidikan yang telah disebutkan sebelumnya. Semua itu kembali kepada diri masing-masing. Baik internet, kemiskinan, maupun rendahnya pendidikan bersumber dari pribadi diri sendiri. Internet bisa disalahgunakan karena faktor kecerobohan manusia, kemiskinan bisa terjadi juga karena kondisi dan bagaimana kita mengelola ekonomi, bahkan rendahnya pendidikan pun harus disadari diri sendiri. Jadi, pada dasarnya yang menjadi faktor utama adalah diri kita sendiri. Apabila kita bisa mengendalikan diri sendiri, maka internet pun tidak akan bisa mempengaruhi kita untuk terpapar ke ranah radikalisme. 

HASIL DISKUSI KELOMPOK 3

 6 April 2021

Link berita   : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210401132659-92-624898/mulai-hari-ini-tes-genose-ka-jarak-jauh-berlaku-1x24-jam

Topik   : Pemanfaatan Tes GeNose Untuk Kereta Api Jarak Jauh

MULAI HARI INI TES GENOSE KA JARAK JAUH BERLAKU 1X24 JAM

PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI membatasi masa berlaku hasil tes corona dengan GeNose menjadi 1x24 jam mulai Kamis (1/4) ini. Ini lebih pendek dibandingkan penerapan sebelumnya yang maksimal 3x24 jam.

Dengan kebijakan itu, mereka menyatakan penumpang kereta api jarak jauh yang menggunakan hasil pemeriksaan GeNose C19 diharuskan menunjukkan hasil negatif yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Sedangkan untuk hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen, pengambilan sampel tetap maksimal 3 x 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Perubahan aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 12 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 27 Tahun 2021.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan saat ini KAI telah menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30 ribu di 44 stasiun.

Untuk menggunakan layanan pemeriksaan GeNose C19, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum dilakukan pemeriksaan.

Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan.

Di samping itu, KAI juga masih menyediakan rapid test antigen seharga Rp105 ribu di 44 stasiun. “Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut," jelas Joni lewat rilis, dikutip pada Kamis (1/4).

Para pelanggan KA juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Bagi pelanggan dengan perjalanan kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan.

HASIL DISKUSI

Pro :

PT. KAI memberlakukan kebijakan pembatasan masa berlaku hasil tes corona dengan GeNose menjadi 1x24 jam yang dapat dinilai tepat karena GeNose ini merupakan alat baru dalam tahap uji coba. Meskipun tingkat akurasinya mencapai 93-95% namun publikasi jurnal ilmiah dari alat ini masih belum dilakukan oleh pengembangnya, jadi para pengamat/ahli kesehatan mungkin belum bisa mengetahui ukuran reabilitas, validalitas dan sensitivitas alat ini. Prof. Zubairi selaku Ketua Satgas Covid-19 PB.IDI meminta publikasi (ilmiah) GeNose supaya semua orang mengetahui tentang hasil penelitian yang bagus, serta dapat menjadi dasar untuk monitor dan evaluasi alat GeNose tersebut. Selain itu pengujian melalui GeNose ini masih tahap screening awal dari tes positif atau negatifnya paparan Covid-19. Belum lagi terkait protokol SOP tes GeNose yang mungkin masih belum seragam disetiap tempat yang mengadakan tes ini serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang SOP sebelum melakukan tes tersebut. Jadi saya rasa hasil dari tes GeNose ini tidak efektif jika diterapkan dalam kurun waktu 3x24 jam, dan alangkah lebih baik jika digunakan dalam waktu 1x24 jam.

Selain itu, orang Indonesia juga suka dengan harga yang relative terjangkau dan juga simple. Karena sekarang ini pemerintah lebih memperhatikan kepada kesehatan tetapi masih kurang memperhatikan kepada kesejahteraan rakyat seperti sektor perekonomian, pertanian, dll. Sehingga banyak yg keberatan dan tidak sanggup membayar menggunakan metode swab antigen/pcr. Maka dari itu banyak pula yang menggunakan tes corona dengan GeNose yang murah dan cukup menurut masyarakat.

Kontra:

Pada sisi lain sekarang ini banyak yg berpendapat bahwa yang lebih kejam itu bukan covid 19 lagi tetapi pemberlakuan PSBB dan ketatnya akan protokol kesehatan yang mengharuskan segala sesuatu bepergian jauh harus tes swab antigen/pcr/GeNose sehingga banyak rakyat Indonesia yang pengangguran karena adanya PSBB sehingga timbul kemiskinan. Dengan diadakan pemberlakuan tes Genos hanya 1×24 jam maka itu juga akan semakin menimbulkan kemerosotan ekonomi dari sektor selain kesehatan. Meskipun tes GeNose murah tapi belum tentu banyak yang sanggup bayar yang setiap hari bepergian harustes corona dengan GeNose. Diliat dari pengamatan saya banyak sekali orang Indonesia yang tidak mau ribet dan banyak pengeluaran. Seharusnya pemerintah juga memperhatikan kepada sektor lainnya atau menurunkan harga pada tes GeNose dan kebijakan 1×24 jam tsbt.

Lebih baiknya masa berlaku tes GeNose kembali ke 3x24 jam, karena mengingat alat ini masih baru dan perlu adaptasi dan sosialisasi di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya lebih mementingkan murah, nyaman, dan mudah. Jadi contoh saja, semisal ketika bepergian ke luar kota, orang yang lebih memilih tes GeNose ini karena memiliki jangka waktu yang 3x24 jam. Akan tetapi jika diputuskan dalam 1x24 jam maka banyak yang males menggunakannya.

Kesimpulan:

Jadi, pemberlakuan dari tes GeNose 1x24 jam itu masih menjadi hal baru di telinga masyarakat karena mayoritas masih mengandalkan murah, mudah, nyaman dengan hasil tes yang cepat dan ada sudah bisa dijangkau di beberapa fasilitas publik. Namun, menjadi kurang efektif jika dilihat dari sisi medisnya karena masih dapat terjadi kemungkinan false positif atau bisa juga false negatif. Sehingga, tes ini kurang efektif jika diterapkan dalam jangka waktu yang lama. Tentu saja hal ini berkaitan dalam penerapan GeNose sendiri ada sisi positif dan negatifnya.

Selasa, 06 April 2021

HASIL DISKUSI KELOMPOK 2

Senin, 5 April 2021

Link Berita      : https://ekbis.sindonews.com/read/386432/178/unit-syariah-btn-tumbuh-double-digit-di-tengah-pandemi-1617541493.

Topik: Pertumbuhan pembiayaan UUS BTN Syariah

Unit Syariah BTN Tumbuh Double Digit di Tengah Pandemi

Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN tetap mencatatkan pertumbuhan double digit kendati berada di bawah tekanan pandemi. Pembiayaan UUS BTN tersebut tercatat tumbuh hingga 12,6% per Februari 2021.

Direktur Consumer & Commercial Banking Bank BTN , Hirwandi Gafar menuturkan, bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya di segmen syariah masih sangat kuat ditopang berbagai stimulus pemerintah serta mendesaknya kebutuhan akan rumah di tengah pandemi.

“Pertumbuhan kami di kota-kota satelit pun menunjukkan peningkatan, sehingga kami optimistis hingga akhir tahun nanti pertumbuhan pembiayaan BTN Syariah akan tetap di posisi double digit,” jelas Hirwandi di Jakarta, Minggu (4/4/2021).

Sementara itu, Kepala Divisi Sharia Bank BTN, Alex Sofyan Noor menuturkan, hingga akhir 2020, KPR Syariah terbukti tahan banting di tengah pandemi. Catatan keuangan BTN Syariah menunjukkan pembiayaan unit syariah tersebut naik hingga 13,1% dari 2019.

Alex melanjutkan, tahun ini BTN Syariah meyakini dapat mempertahankan pertumbuhan di level double digit. Keyakinan tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 yang dipercaya dapat menyentuh level 4,5%.

“Adanya berbagai stimulus pemerintah di segmen perumahan juga kami percaya akan terus menyuburkan bisnis perumahan nasional. Apalagi vaksin terus berjalan lancar,” tutur Alex.

HASIL DISKUSI 

Pro

Meningkatnya pertumbuhan KPR Syariah adalah salah satu hal yang luar biasa di tengah pandemi. Peningkatan tersebut kemungkinan didorong atas dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap Bank BTN Syariah. Hal yang menarik lainnya adalah bunga dari Unit Syariah yang cenderung kecil. Keyakinan masyarakat (khususnya muslim) yang memiliki prinsip Syariah mempengaruhi minat masyarakat untuk lebih tertuju pada Bank Syariah daripada Bank Konvensional. Pemerintah juga berperan dalam mendorong pertumbuhan tersebut dengan menciptakan stimulus di segmen perumahan dan melancarkan program vaksinasi. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan kenaikan pembiayaan sebesar 13,1 % dari 2019. Sebelum melakukan persetujuan pinjam meminjam, kedua belah pihak (bank dan nasabah) telah melalui serangkaian prosedur yang berlaku termasuk survei (memilih nasabah) untuk menghindari risiko gagal bayar.

Kontra

Pertumbuhan KPR Syriah tidak memberikan dampak terhadap perekonomian selama pandemi. Keuntungan pertumbuhan pembiayaan KPR hanya diterima oleh pihak bank terutama untuk jangka waktu peminjaman yang panjang. Suku bunga rendah dan kemudahan angsuran tidak menjamin nasabah mampu bayar. Oleh karena itu, pengambilan kredit maupun KPR di masa pandemi lebih berisik gagal bayar yang akan memberikan kerugian terhadap pihak bank. Solusi lainnya selain pembiayaan KPR  yang dapat meningkatkan keuntungan bank adalah tabungan, deposito, dan lain-lain.

Kesimpulan

Kepercayaan dan minat masyarakat terhadap KPR Syariah mendorong peningkatan pembiayaan UUS BTN. Keringanan suku bunga dan kemudahan angsuran dalam KPR Syariah tidak menjamin hilangnya risiko gagal bayar. Karena perekonomian cenderung menurun selama 1 tahun masa pandemi, kenaikan pembiayaan UUS BTN dapat dikatakan tidak memiliki dampak pada perekonomian. Selain dengan memberikan stimulus pada segmen perumahan (KPR), diharapkan pemerintah dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil melalui opsi jasa perbankan lainnya.

HASIL DISKUSI KELOMPOK 1

  Senin, 5 April 2021

Link berita : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5518842/didesak-tak-nyicil-thr-pengusaha-minta-pengertian-buruh

Topik : "Dilema THR antara pengusaha dengan buruh"

Didesak Tak Nyicil THR, Pengusaha Minta Pengertian Buruh

Pengusaha meminta pengertian pemerintah maupun pekerja untuk tidak memaksakan membayar THR langsung full tahun ini. Sebab, masih banyak perusahaan yang masih jauh dari kondisi pulih sejak dihantam pandemi COVID-19.

"Kami juga minta pengertian kepada teman-teman pekerja, teman-teman buruh yang ada di DKI Jakarta pada khususnya, umumnya di seluruh wilayah Indonesia, bagaimana dengan perusahaan yang dalam kondisi tak mampu membayar atau dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan, yang sudah setahun tidak bisa bergerak, belum pulih, di sinilah kita minta pengertiannya, bukan untuk tidak membayar," ujar Ketua Bidang Pengupahan dan Bansos Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman kepada detikcom, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Nurjaman hampir 90% sektor bisnis saat ini masih jauh dari kata pulih. Beberapa sektor yang masih terpuruk di antaranya seperti sektor pariwisata, manufaktur, garmen dan lain sebagainya. Hanya beberapa sektor saja yang dari awal tak terdampak pandemi COVID-19 seperti sektor kesehatan, telekomunikasi, dan pendidikan.

"Ada peningkatan tapi masih minus, ini harapan kami adanya saling pengertian dari semua stakeholder, juga dari pekerja atau buruh," katanya.

Namun bagi para pengusaha yang sudah bangkit dari dampak pandemi COVID-19 atau sama sekali tak merasakan dampak bahkan diuntungkan oleh pandemi, didorong membayar penuh THR karyawan.

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Menurut Sarman, imauan Airlangga agar pengusaha membayar penuh THR karyawan tahun ini tak bisa diberlakukan untuk semua usaha.

"Seruan Menko Perekonomian untuk membayar THR full tahun ini jika ditujukan kepada pengusaha yang memiliki kemampuan sah-sah saja, memang seharusnya demikian. Tapi sebaliknya bagaimana dengan pengusaha yang tidak memiliki kemampuan alias cashflow yang sudah sangat sekarat?" ujar Sarman.

Meski sudah diterapkan pelonggaran pembatasan pergerakan orang serta beragam insentif telah digelontorkan pemerintah buat dunia usaha, namun beberapa sektor seperti pariwisata mencakup hotel, restoran dan kafe omzetnya masih jauh dari normal.

Hal itu yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk membayar THR karyawan secara penuh tahun ini. Untuk itu, opsi mencicil dan menunda THR seperti tahun lalu asih diperlukan pengusaha sampai saat ini.

"Menurut hemat kami bahwa opsi mencicil dan menunda menjadi alternatif yang harus di putuskan bersama secara bipartit dengan regulasi dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan. Kemudian indikator ekonomi kita juga dapat dilihat saat ini, pertumbuhan ekonomi kita masih minus artinya memang kondisi dunia usaha masih tertekan dan masih proses pemulihan, tidak elok jika dipaksa membayar THR," tuturnya.

HASIL DISKUSI 

Pro 

Perusahaan menyadari bahwa memberikan hak pekerja adalah wajib. tetapi, yang dimaksudkan adalah untuk memberikan sedikit kelonggaran bagi perusahaan untuk 'bernafas' dulu. bagi perusahaan yang mampu untuk membayarkan THR, semestinya memberikan THR tersebut, namun bagi perusahaan yang belum mampu, hendaknya kita juga memberikan toleransi waktu. bukan mereka tidak mau membayarkan, tetapi mereka butuh waktu untuk memulihkan kondisinya.

Kontra

Melihat kondisi saat ini sudah membaik, sehingga memudahkan mereka distribusi barang produksinya untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan konsumen. Meski begitu tidak banyak perusahaan juga yang memiliki pemasukan lebih, ada beberapa di sektor yg masih belum memiliki pemasukan diatas ambang batas, terutama sektor pariwisata mungkin pemasukannya minus, tetapi bagi perusahaan yg berada disektor lain yg masih memiliki pemasukan maka harus memberi THR bagi pegawainya. Untuk menyeimbangkan perekonomian saat ini yaitu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga roda perputaran ekonomi masih berjalan.

Kesimpulan

COVID-19 menyebabkan hampir semua sektor runtuh, tak terkecuali sektor perekonomian. Melihat THR yang tengah mendekat menjadi dilematis antara pengusaha dan buruh. Disisi lain, perusahaan banyak yang masih belum beroperasi secara normal seperti sebelum pandemi, disisi lain para buruh juga akan mengalami penurunan daya beli. Mengingat Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan diberhentikan membuat para masyarakat , khususnya para buruh akan kehilangan daya belinya. Oleh karena itu, jika ada perusahaan yang telah mendapatkan cukup dana untuk membayarkan THR, ada baiknya untuk dibayarkan sedangkan bagi perusahaan yang masih minus atau belum untung atas operasionalnya masih dapat dimaklumi jika tidak dapat membayar THRnya. Mengingat karyawan juga bagian penting di dalam perusahaan.

Hasil Diskusi Kelompok 14_Minggu 4 (Mei)

  HASIL DISKUSI KELOMPOK 14 19 Mei 2022 Topik : Pemerintah tetap mewajibkan penggunaan masker pada kondisi dan kelompok masyarakat tertent...