Jumat, 08 Maret 2019

Diskusi Harian


PT. Angkasa Pura II (AP II) siap melontarkan dana sebesar Rp. 500 miliar untuk melakukan pengembangan Bandara Raden Inten II, Lampung. Dana Rp. 500 mliar akan digunakan untuk mengembangkan fasilitas inti bandara, salah satunya mamperluas landasan pacu (runaway).
Opini: 
            Kami tidak setuju dengan berita tersebut karena menurut kami ada beberapa alasan yaitu:
1.      Bandara Raden Inten kurang produktif bila dijadikan bandara internasional, karena kepadatan arus keluar negeri di Lampung belum banyak.
2.      Di Indonesia memiliki batas maksimal untuk memiliki bandara internasional
3.      Tidak ada jaminan dalam waktu 30 tahun Indonesia bisa membayar hutangnya
4.      Dana yang digunakan cukup besar yakni 500 miliar dan cukup besar untuk negara berkembang seperti Indonesia
5.      Dampak juga bisa saja terjadi karena penambahan luas landasan pacu bisa  membuat banyaknya pembebasan lahan yang akan berdampak pada lingkungan sosial.

Diskusi Harian


            Dengan melihat fasilitas yang ada dibandara dinilai baik oleh pemerintah, mulai dari terminalnya yang sudah memadai, dan siap run awaynya, juga apron untuk parkir pesawat sudah sangat siap. (detik. Finance). Sabtu 24 November 2018, maka dari itu Jokowi memerintahkan kepada Menteri perhubungan untuk segera menetapkan “Bandara Raden Intan” keduna ini sebagai bandara internasional. Jokowi juga meminta rute penerbangan dari singapura dan Malaysia segera dibuka. Dan dapat meningkatkan investasi di Lampung meningkat.
            Terkait dana yang dipersiapkan untuk proyek ini, Angkasa Pura siap menggelontarkan dana sebesar 500 miliar. Yang akan digunakan untuk pembangunan bandara, seperti pengembangan fasilitas isi bandara, salah satunya untik memperluas landasan pacu, menambahkan panjang lintasan, tidak termasuk Gedung  terminal karena masih baik dan bagus. Pengembangan disini hanya ditekankan pada dasilitas dan system digitalisasi untuk pelayanan bandara
Opini:
            Dengan dikembangkannya fasilitas dan infrastruktur bandara, seperti landasan pacu yang nantinya akan berpengaruh terhadap kapasitas/daya tamping penumpang. Maksudnya adalah jika landasan pacu dari bandara ini semakin luas, pesawat-pesawat besar/peasawat Internasional akan bisa beroperasi yang nantinya akan berdampak pada kapasitas/daya tamping. Dengan begitu akan meningkatkan wisatawan/penumpang. Sekaligus akan meningkatkan devisa dan pendapatan negara.  

Rabu, 06 Maret 2019

Diskusi Harian


PRO KONTRA PERNYATAAN JK "UMR BURUH 3 KALI LIPAT DARI GAJI PETANI PALING RAJIN"
            Pada acara CNBC indonesia Outlook 2019 di Hotel Westin, wakil presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa "Sehebat-hebatnya petani, serajin-rajinnya petani, tapi serendah-rendahnya UMR industri itu tiga kali lipat dari yang paling rajin di sawah. Jadi meningkatkan ini dan meningkatkan efektif lebih tinggi". Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra di semua kalangan, tak terkecuali dikalangan akademisi. Pemerintah nampaknya ingin memfokuskan arah ekonomi Indonesia pada sektor industri dan akhirnya menimbulkan kekhawatiran bahwasannya sektor pertanian akan dilupakan begitu saja.
Pernyataan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan akademisi. Adapun beberapa pendapat dari sebagian akademisi yang pro terhadap pendapat Pak JK diantaranya :
Dari segi meningkatkan sektor manufaktur atau industri sangat penting dilakukan untuk meningkat perekonomian Indonesia dalam menghadapi pasar global. Hal ini didukung karena sektor industri lebih mampu bersaing dipasar global dari pada sektor pertanian. Sektor industri dapat mengurangi jumlah pengangguran, karena industri memperluas lapangan kerja. Selain itu upah kerja disektor industri yang rendah dapat meningkatkan margin pendapatan perusahaan. Dari segi pertanian, kondisi budaya sosisal, penghasilan yang tergantung musim, tenaga ahli pertanian yang tidak produktif, menurut kelompok pro tidak bisa mendukung perekonomian Indonesia. Terdapat hasil penelitian dari INDEF yang menyatakan bahwa adanya sektor pertumbuhan food and baverge naik sebesar 8,5% dari sebelumnya.
Adapun beberapa pendapat dari sebagian akademisi yang kontra terhadap pendapat Pak JK diantaranya :
Indonesia dari segi geografis sangat mendukung pertanian. Dan penduduk Indonesia sebagian besar berprofesi sebagai petani. Menurut data BPS dari jumlah penduduk bekerja sebesar 124.01 juta jiwa, sebesar 35,7 juta orang bekerja disektor pertanian. Sehingga jika yang ditingkatkan hanya sektor industri akan berdampak besar pada kondisi ekonomi para petani. Pemerintah juga perlu memperhatikan sektor pertanian dengan memberikan bantuan kepada para petani baik dari pupuk maupun teknologi. Pertanian yang baik sangat berpotensi untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi impor, sehingga bisa menambah devisa negara. Selain itu Indonesia perlu melakukan swasembada beras, sehingga perlu perhatian berupa peningkatan investasi sektor pertanian. Jadi sektor pertanian juga mampu bersaing di pasar global.

Dapat  ditarik kesimpulan bahwa sektor industri perlu ditingkatkan untuk persaingan global, tanpa mengesampingkan sektor pertanian. Sebab keduannya penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Selasa, 05 Maret 2019

Diskusi Harian



KERUGIAN ATURAN PAJAK UNTUK TOKO ONLINE


            Di era digital persaingan jual beli semakin meningkat, produsen berlomba-lomba untuk memiliki usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Sehingga banyak dibuka toko-toko online, karena dengan media online produsen bisa mendapat keuntungan maksimal sesuai dengan tujuan mereka. Namun dengan adanya aturan pajak yang akan diberlakukan untuk toko online kita tidak setuju karena misa di e-commerce dikenakan pajak maka pedagang akan beralih berjualan ke media sosial. Selain itu sistem keamanan dimedia sosial tidak terjamin. Data dan pajak yang dibayar akan lebih susah dilacak oleh pemerintah. Dan jika para pedagang beralih berjualan ke media sosial pastinya akan sangat merugikan e-commerce. Dan bila aturan diberlakukannya pajak untuk toko online benar-benar dilakukan otomatis para marketplace akan menaikkan harga jualnya sehingga akan berdampak pada menurunnya jumlah konsumen





Diskusi Harian


Aturan pajak toko online masih banyak “bolongnya” pengusaha was-was

Pada maret 2019, Direktoral Jenderal Pajak kementrian keuangan akan memperlakukan pajak pada e-commerce atau UKM yang berjualan di media sosial. Direktur penyuluhan, pelayanan, dan humas Ditjen pajak tertentu Yoga Saksama mengatakan landasan aturan pemungutan pajak UKM di media sosial tetapi PMK 210 atau sama seperti UKM di MarketPlace. Menurut PMK 210 tahun 2018 pasal 15 peraturan menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 april 2019. Dua jenis pajak yang dikenakan pada e-commerce, anatara lain:

1.      Pajak pertambahan nilai (PPN) pengusaha yang terkena pajak yang omsetnya mencapai 4,8M pertahun

2.      Pajak penghasilan, pemerintah mengeluarkan peraturan (PP No.46 tahun 2013), untuk pengusaha e-commerce penghasilan kotor tidak melebihi 4,8M dikenakan pajak yang sama dengan UMKM yaitu sebesar 1% dari omset.


Kami setuju atas pemberlakuan aturan ini, dikarenakan pada saat ini online shop sangat diminati banyak orang karena keuntungan yang lebih besar sehingga para pelaku usaha harus memberikan kontribusi kepada Indonesia dengan cara membayar pajak untuk membantu pembangunan insfratruktur. Masyarakat juga harus mendukung adanya peraturan tersebut, agar peraturan tersebut berjalan seimbang dan perlunya kesadaran bagi pelaku e-commerce.



Senin, 04 Maret 2019

Diskusi Harian



Bahan Pangan Beri Andil Positif Terhadap Inflasi di Februari 2019


            Bahan pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Oleh karena itu produsen dan pemerintah harus saling bersinergi dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan masyarakat. Pada era ini terjadi perubahan cara produksi dari konvesional menjadi modern sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi. Perubahan ini justru memberikan dampak positif terhadap inflasi.

 Inflasi di Indonesia mengalami kenaikan dan penurunan tiap tahunnya. Pada Februari 2019 besar inflasi year of the year Indonesia sebesar 2,57% mengalami penurunan dibanding Januari 2,83%. Penurunan ini disebabkan oleh deflasi yang terjadi pada bahan pangan yang merupakan penyumbang penurunan terbesar inflasi di Indonesia sebesar -0,24%. Kelompok bahan pangan yang mengalami penurunan yakni cabai merah, telur ayam, bawang merah, ikan, wortel, dan jeruk. Deflasi bahan pangan menunjukkan angka 1,11%. Penurunan pada bahan pangan ini disebabkan karena faktor musim yang menyebabkan panen menjadi lebih cepat dari biasanya sehingga pasokan lebih besar dari permintaan konsumen.

            Menurut BPS deflasi bahan pangan memberikan andil sebesar 0,25% dari sebelas sektor perekonomian. Terdapat 69 kota yang mengalami deflasi bahan pangan pada sub kelompok perkebunan terutama sayuran dengan deflasi tertinggi sebesar -2,11%. Berdasarkan data-data yang telah disajikan, membuktikan bahwa bahan pangan pada bulan Februari 2019 memberikan andil yang cukup besar dalam penurunan inflasi.  



Diskusi Harian


Bahan Pangan Beri Andil Positif Terhadap Inflasi di Februari 2019
Pada Februari 2019 indonesia mengalami inflasi sebesar 2,57%. Inflasi merupakan proses kenaikan harga secara umum yang terjadi secara terus-menerus terkait dengan mekanisme pasar yang ada pada saat itu. Inlasi berdampak buruk debgan menyebabkan penurunan investasi. Mendorong kenaikan suku bunga. Spekulasi penanaman modal. Terhambatnya pembangunan ekonomi, deficit neraca pembayaran. Ketidakstabilan ekonomi dan menurunnya kesejahteraan masyarakat sedangkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,08% pada Februari 2019. Secara umum deflasi menyebabkan anjloknya pendapatan pada sector bisnis, pengurangnan gaji dan pemutusan hubungan kerja. Pengeluarab konsumen yang berubah, sera merosotnya investasi.
            Deflasi pada bulan Februari ini sebabkan karena adanya perbedaan kondisi panen saat ini dengan kondisi panen 4-5 tahun yang lallu dimana setiap puncak musim hujan seperti bukan Januari dan Februari biasanya harga sayuran di Indonesia menjadi tinggi. Karena curah hujan tinggi menyebabkan masalah dalam budidaya, diantaranya serangan hama penyakit yang tingi. Sehingga membuat pasukan minim dan mempengaruhi harga menjadi tinggi. Sedangkan saat ini, kondisi ini sudah dapat ditangani dengan pendekatan teknologi dan bibit unggul sehingga oanen dibulan Januari-Februari mendapatkan panen yang layak.
            Namun, karena panen yang melimpah menyebabkan persedian melimpah sehingga harga barang turun. Penurunan harga barang ini tentunya membawa danpak negative bagi petani yang menanamnya. Hal ini dikarenakan moda, yang dieluarkan untuk membeli bibit unggul, pupuk dan pendekatan teknologi untuk menanggulangi masalah yang disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman/OPT, biaya tenaga kerja, serta biaya tambahan ainnya tidak sesuai dengan pendapatan yang diperoleh petani ketika panen raya datang. Dapat diakatakan bahwa deflasi bahan pangan memberi andil positif terhadap inflasi bulan februari. Namun hak itu berdapak buruk pada petani dan tenaga kerja.

Hasil Diskusi Kelompok 14_Minggu 4 (Mei)

  HASIL DISKUSI KELOMPOK 14 19 Mei 2022 Topik : Pemerintah tetap mewajibkan penggunaan masker pada kondisi dan kelompok masyarakat tertent...