Sabtu, 31 Maret 2018

MENPERIN TEGASKAN IMPOR GARAM UNTUK KEBUTUHAN BAHAN BAKU INDUSTRI


21 Maret 2018                                                                                    Sumber: Kompas.com

MENPERIN TEGASKAN IMPOR GARAM UNTUK KEBUTUHAN  BAHAN BAKU INDUSTRI
PRO:
Garam merupakan salah satu bahan baku pokok yang dibutuhkan untuk menunjang keberlanjutan produksi perusahaan manufaktur. Sektor manufaktur membutuhkan garam sebagai bahan bakunya telah beropasi cukup lama. Merujuk data kemenperin kebutuhan garam industry nasional tahun 2018 sekitar 3,7 juta ton. Dari data tersebut pemerintah menuturkan impor garam secara bertahap. Angka tersebut naik sekitar 22% dari tahun lalu yang hanya berkisar 450.000 ton.
Menurut pendapat kami, impor garam dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sektor industry terhadap komoditas garam. Hal ini  dikarenakan produksi garam nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan garam untuk sektor industry. Dan petani mengalami gagal panen yang di sebabkan faktor cuaca. Seharusnya pemerintah mencari alternatife lain seperti memanfaatkan

Kamis, 22 Maret 2018

TANTANGAN DI ERA EKONOMI SERBA TEKNOLOGI 22 MARET 2018


TANTANGAN DI ERA EKONOMI SERBA TEKNOLOGI

PRO:
Di zaman modern ini, teknologi sangat berperan penting menunjang keberhasilan sebuah Negara dalam segala bidang misalnya dalam bidang ekonomi, perkembangan pesat sangat dirasakan seiring berjalanya waktu. Contohnya bisnis online, dengan adanya bisnis online lebih memudahkan pihak produsen dan konsumen dalam bertransaksi. Untuk pihak produsen meminimalisir  pengeluaran untuk pembukaan kantor cabang, sedangkan bagi pihak konsumen lebih banyak pilihan dalam memilih produk serta cakupan jual belinya bisa lebih luas lagi.
Teknologi dibutuhkan agar kita  bisa bersaing di ekonomi MEA. Indonesia sendiri termasuk pengguna internet terbanyak nomer 5 di dunia, dengan begitu bisa dikatakan Indonesia sudah siap berita informasi dalam persaingan perekonomian global agar bisa bersaing
KONTRA:
Kemajuan teknologi di zaman modern ini memang sangat berperan penting dalam kemajuan di segala bidang terutama di bidang ekonomi. Berbagai kelebihan dalam aspek teknologi memberikan kemudahan terutama soal efisiensi kerja. Namun melihat fakta yang ada di lapangan saat ini kemjuan teknologi belum dilakukan secara merata di setiap lini kehidupan. Masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya di daerah yang jauh dari perkotaan masih gaptek dan tertinggal akan kemajuan teknologi. Sistem ekonomi yang telah berjalan masih dilakukian secara manual. Masyarakat Indonesia cenderung menggunakan sistem ekonomi tradisional dalam melaksanakan transaksi jual beli seperti jual beli sayuran dan daging. Hal ini jelas semua barang dapat diperjualbelikan secara online. Adanya ekonomi digital, dikhawatirkan menjadi peluang tindak criminal seperti penipuan. Semakin mudahnya transaksi dilakukan, modus kejahatan akan mempengaruhi keberlangsungan ekonomi yang ditunjang teknologi.
Sumber:CNN Indonesia




Sabtu, 22 Juli 2017

Upaya Mandiri Kelola Air

Upaya Mandiri Kelola Air
(Kamis, 23 Maret 2017)

            Pada era global, semakin banyaknya revolusi industri, maka ketersediaan tanah semakin berkurang tiap tahunnya. Hal tersebut bisa berdampak terhadap ketersediaan air yang semakin berkurang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas air. Masalah tersebut disebabkan karena terkontaminasinya air bersih dengan limbah pabrik, baik yang dibuang ke sungai maupun ke laut yang menyebabkan kadar Ph terhadap air semakin tinggi.
            Hal ini menjadi permasalahan serius bagi pemerintah maupun bagi masyarakat. Karena perlu diketahui bahwa air merupakan kebutuhan pokok bagi setiap kehidupan manusia. Namun, semua itu akan terhambat, karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap penggunaan air yang berlebihan. Hal itu bisa disebabkan oleh faktor dalam maupun tingkah laku manusia. Pertama, faktor alam, kita tahu bahwa cuaca saat ini unprecdictable. Melihat fakta yang ada di Indonesia, Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau yang terjadi pada bulan April sampai dengan September dan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Maret. Namun kenyataannya, di Indonesia masih sering terjadi hujan walaupun sudah memasuki musim kemarau dan sebaliknya.
            Pada fakta kedua yaitu tingkah laku manusia, melihat bukti yang ada, masyarakat masih masih sering membuang sampah sembarangan di sungai, selokan, dan lain-lain. Hal ini akan menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba. Dengan terjadinya banjir, maka secara tidak langsung kualitas air akan menurun. Hal ini menjadi tugas bagi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
            Pada prinsipnya peneglolaan sumber daya air ini sangat tergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan  memelihara serta memperlakukan sumber daya air itu agar mencapai tingkat optimal. ha itu bisa dilakukan dengan cara menciptakan suatu teknologi baru, yang bisa mengolah air bekas untuk kemudian digunakan kembali. Karena dari data di Jakarta, disebutkan  bahwa dari penggunaan 210 liter per kapita per hari dan 80% menjadi air bekas dan secara global 80% air bekas tersebut dibuang tanpa diolah kembali.

            Untuk mengatasi kurangnya ketersediaan air bisa dilakukan mulai dari level mikro (rumah tangga) sampai dengan level makro (pemerintah). Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara preventif maupun refresif. Preventif yaitu dengan cara melakukan sosialisasi pada seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan air dan lebih sadar terhadap pentingnya sumber daya air. Selain itu, pemerintah juga bisa mengeluarkan suatu peraturan yang mengatur tentang pembuangan limbah industri. Dan untuk usaha refresif bisa dengan diterapkannya/diberlakukannya peraturan atas pelanggaran yang dilakukan oleh industri terkait.

TKI ILEGAL BAKAL MARAK Kebijakan Dirjen Keimigrasian Seakan Menindas Rakyat Kecil

TKI ILEGAL BAKAL MARAK
Kebijakan Dirjen Keimigrasian Seakan Menindas Rakyat Kecil
[sumber: Kompas, Minggu 19 Maret 2017]

            TKI ilegal saat ini mulai marak bermunculan. Upaya ini dengan mengeluarkan surat edaran Dirjen Keimigrasian tentang pencegahan TKI nonprosedural. Namun, hal itu bukan termasuk solusi dikarenakan surat tersebut masih dalam tahap proses sosialisasi. Persyaratan memiliki tabungan di bank Rp25 juta untuk memproses dokumen keimigrasian itu baik, hal ini bukan solusi yang tepat. Kebijakan ini hanya akan mendorong semakin banyak TKI ilegal melalui jalur tikus terutama di daerah kalimantan. Sedangakan pada kenyataannya apabila calon TKI tersebut memiliki tabungan sebesar Rp25 juta, ia tidak akan memutuskan untuk menjdai TKI melainkan sebagai pengusaha.
            Kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakah memiliki tabungan Rp25 juta sebenarnya lebih cenderung menindas masyarakat yang miskin untuk mendapatkan penghasilan perkerjaan yang lebih baik. Sebaiknya upaya yang dilakukan pemerintah bukan menerapkan kebijakan tersebut melainkan dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi calon TKI karena selama in hampir semua calon TKI khususnya dari NTT tidak mendapatkan pelatihan sama sekali. Selain pelatihan keterampilan juga memberikan pemahaman tentang adaar, budaya dan kebiasaan masyarakat di negara tujuan, kemudian menyubsidi mereka ke luar negeri. Sehingga diharapkan TKI menjadi terampil, berwawasan dan tidak merasa terbebani yang nantinya akan meminimalisir adanya TKI ilegal kedepannya.





TEKNOLOGI DORONG EFISIENSI

TEKNOLOGI DORONG EFISIENSI
(Kamis, 20 April 2017)

Perkembangan industri pada saat ini sudah berkembang sangat pesat. Perdagangan barang dan jasa makin tidak terbatas, komunikasi antar produsen dan konsumen merupakan hal yang sangat penting untuk memasarkan produk-produk produsen. Pemasaran pada industri perlu dilakukan dengan seefisien mungkin. Disinilah teknologi dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi, baik efisiensi ongkos produksi, pendekatan antara produsen dan konsumen, efektifitas pemasaran produk dan perkembangan usaha yang berbasis teknologi. Contoh dari beberapa sektor di Indonesia yang telah menggunakan teknolgi komunikasi dan informasi adalah elektronik, otomatif, serta sektor makanan dan minuman.
Pada era globalisasi, pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dapat mendorong produktifitas, efisiensi dan daya saing industri. Teknologi dapat membuat penghematan sehingga harga produk menjadi lebih murah. Proses produksi yang pada semula menghabiskan biaya produksi tinggi dengan output rendah dapat ditekan seminimal mungkin melalui penerapan teknologi pada industri. Hal ini dapat memicu ekspansi pasar atau perluasan skala pemasaran pada lingkup yang lebih luas. Dengan demikian, kelangsungan perusahaan atau industri dapat bertahan hingga jangka panjang dengan ketentuan yaitu bagaimana produsen menangkap peluang yang ada. Akan tetapi, hal ini tidak berbanding dengan struktur masyarakat yang didominasi oleh masyarakat pedesaan apabila penerapan teknologi tersebut berfokus di bidang penjualan dengan obyek media sosial mengingat pengguaan teknologi pada masyarakat pedesaan masih rendah.
Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah bisa dengan meningkatkan penggunaan efisiensi terhadap teknologi pada masyarakat pedesaan. Dengan cara mempromosikan pentingnya teknologi dan sosialisasi penggunaan teknologi pada masyarakat pedesaan sehingga dapat membantu seperti pelaksanaan UMKM dan pemerataan teknologi pada masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Hal ini juga tentunya bisa mengurangi tingkat pengangguran dan peningkatan taraf hidup masyarakat pedesaan kearah yang lebih sejahtera.


PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA KIAT-KIAT MEMAHAMI PEBISNIS ARAB SAUDI

PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA
KIAT-KIAT MEMAHAMI PEBISNIS ARAB SAUDI

SUMBER : Kompas, Minggu, 12 Maret 2017-05-31
Bisnis yang sukses tergantung pada relasi yang baik terutama pada bisnis lintas batas. Dunia arab kini menjadi lokasi investasi sesuai dengan direktur pelaksanaan dana moneter internasional (IMF). Pebisnis barat seperti USA, Eropa dan Australisa dan pebisnis asia seperti jepang dan Tiongkok kini telah melakukan bisnis untuk menarik investor arab masuk.
Saat ini Arab Saudi sendiri, sebelum mengalami pemerosotan harga minyak, termasuk dalam 10 besar daftar negara dengan kemudahan untuk berbisnis. Arab Saudi berada pada urutan 12 dalam rangking Bank Dunia soal kemudahan berbisnis tahun 2012, walau merosot keurutan 94 akibat kemerosotan minytak dunia.
Ekonom Mari Elka Pangestu mengatakan ada beberapa kendala dalam relasi investasi dengan Arab Saudi . sebagai contoh komisi perdagangan Australia menyarankan kunjungan bisnis ke Arab Saudi pada bulan ramadhan sebaiknya dihindari. Jika ingin membuat komitmen dengan pebisnis Arab, datang dan bertemu di Arab Saudi. Meskipun demikian jangan berharap dapat cepat terjadi kesepakatan.

Berdasarakan permasalahan diatas, pihak yang ingin berbisnis dengan Arab Saudi harus memperhatikan beberapa hal. Pertama harus memperhatikan etika, menghindari percakapan yang berhubungan dengan bermasalah pribadi, menghindari jamuan makanan yang tidak halal, dan lain – lain. Bagi pebisnis yang ingin menjalin relasi dengan arab saudi harus dapat meyaki nkan pihak arab saudi, maka kesempatan berbisnis akan terbuka. Pebisnis arab saudi pun paham dengan kuliner barat dan terbiasa dengan berbahasa inggris, sehingga mereka tidak aneh dengan kultur bisnis di luar negeri. Mereka hanya ingin kebiasaan mereka di hargai.

PAHLAWAN EKONOMI BAGI KELUARGA

PAHLAWAN EKONOMI BAGI KELUARGA
(Sumber: Kompas, Minggu, 24 Maret 2017)

Dimulai tahun 2010 oleh Walikota Surabaya Tri Risma Harini ibu rumah tangga dari keluarga miskin yang tidak punya pekerjaan tetap dan terutama korban kekerasan rumah tangga didekati, didampingi, diberi pelatihan, bahkan dimodali. Pelatihan keterampilan diberikan sesuai minat anggota kelompok seperti menata rambut, menjahit baju, dan membuat kerajinan tangan, semua itu diberikan secara gratis.
Contohnya Bu Sutinem (berumur 52 tahun) menjajakan jamu di pusat perbelanjaan yang dikemas dalam botol dengan 15 varian rasa. Keterampilan menjual jamu yang dimiliki Bu Sutinem diperoleh dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi tujuh tahun silam. Kesempatan yang diberikan Pemkot Surabaya melalui pelatihan UMKM tidak disia-siakan oleh Bu Sutinem hingga sekarang bias menjual jamu buatannya dengan harga berkali-kali lipat, diperkirakan omzetnya sekitar Rp 9.000.000,00 per bulan, sebagian hasil kerjanya ditabung dan sebagian lagi digunakan untuk mengembangkan usaha jamu miliknya. Begitu juga Ibu Diah Arviyanti umur 38 tahun merasakan pengalaman yang sama. Ibu Diah Arviyanti seorang pedagang kue kering setelah menjadi peserta pelatihan pahlawan Ekonomi 2013 usahanya berkembang pesat hingga diperkirakan omzetnya Rp 36.000.000,00 per bulan bahkan setelah idul fitri omzet bias mencapai Rp 1.000.000.000,00.

Agus Wahyudi atau humas Pahlawan Ekonomi menuturkan sejak diselenggarakan pada tahun 2010 sudah 3.600 orang yang mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan dibagi dalam tiga kelompok, yaitu bisnis kuliner, industry kreatif, dan industry rumahan. Warga bebas memilih pelatihan yang diinginkan. Melalui program pahlawan Ekonomi, pelaku UMKM bias menjadi pahlawan bagi keluarganya.

Hasil Diskusi Kelompok 14_Minggu 4 (Mei)

  HASIL DISKUSI KELOMPOK 14 19 Mei 2022 Topik : Pemerintah tetap mewajibkan penggunaan masker pada kondisi dan kelompok masyarakat tertent...