Sabtu, 13 Mei 2017

ESAI 2 BULANAN (APRIL) - “METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PENGAJUAN MASALAH PEREKONOMIAN DARI SETIAP MATERI PEMBELAJARAN KEPADA MAHASISWA CALON EKONOM DALAM MENUNJANG KREATIFITAS DAYA PIKIR PEMECAHAN MASALAH EKONOMI”




METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PENGAJUAN MASALAH PEREKONOMIAN DARI SETIAP MATERI PEMBELAJARAN KEPADA MAHASISWA CALON 
EKONOM DALAM MENUNJANG KREATIFITAS DAYA PIKIR 
PEMECAHAN MASALAH  EKONOMI

Misbahol Yaqin 
150810101110


KELOMPOK STUDI PENELITIAN EKONOMI
2017 






PENDAHULUAN


Pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Bahkan bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang wajib dilalui oleh setiap insan manusia. Kata pendidikan disini meruapakan kata yang suadah umum yang sering kta dengar dalam kehidupan sehari hari, oleh karenya setiap proses kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari setiap kegiatan manusia sehari-hari.  Setiap aktivitas kegiatan manusia tdak dapat menolak pengruh atau efek dari pendidikan. Sederhananya pendidikan merupakan suatu proses dimana seseorang yang pertamanya tidak tahu, da dengan adanya pendidikan menjadi tahu.

Pendidikan sendiri diambil dari kata didik , dan menjadi kata pendidiakn dengan menambahi kata imbuhan kan. Arti mendidik itu sendiri yaitu memelira dan memberi pelatihan kepada perilaku atau akhlak dan intelektual. Emnurut kamus besar bahasa Indonesia, pendidikan merrupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengubah pola pikir, perilaku, akhlak individu atau kelompok dari dal seiap insan manusia dari upaya proses pengajaran maupun dangan pelatihan. Orientasi pendidikan itu sendiri yaitu usaha manusia untuk memanusiaan manusia itu sendiri. Dimana dalam proses pendidikan terdapat sebuah proses pensarian jati dari dalam menemuakan siapa sebenarnya dirinya itu.

Walaupun pendidikan merupaan hal mutlak yang harus didapat oleh setiap insan manusia, pendiidkan di indonesia  sendiri terdapat banyak permaslahan., dapat disimpulkan bahwa Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang dihadapi oleh program-program pendidikan di negara Indonesia. Seperti yang diketahui dalam TAP MPR RI No. II/MPR/1993 dijelaskan bahwa program utama pengembangan pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut.

a. Perluasan dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan

b. Peningkatan mutu pendidikan

c. Peningkatan relevansi pendidikan
d. Peningkatan Efisiensi dan efektifitas pendidikan
e. Pengembangan kebudayaan
f. Pembinaan generasi muda
Adapun masalah yang dipandang sangat rumit dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut.
a. Pemerataan
b. Mutu dan Relevansi
c. Efisiensi dan efektivitas
Setiap masalah yang dihadapi disebabkan oleh faktor-faktor pendukungnya adapun faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya 4 masalah di atas adalah sebagai berikut.
a. Ilmu Pengeahuan dan Teknologi (IPTEK)
b. Laju Pertumbuhan penduduk
c. Kelemahan guru/dosen (tenaga pengajar) dalam menangani tugas yang dihadapinya, dan ketidakfokusan peserta didik dalam menjalani proses pendidikan (Permasalahan Pembelajaran).
           
    Dari banyak masalah pendidikan yang diidonesia, penulis ingin menyoroti tentang efektifitas pembelajaran diindonesia yaitu khususnya pelajar dibidang ekonomi. Mengingat peran penting suatu didikan dari lulusan dari bidang ekonomi dalam menunjang pembangunan dan pertumbuhan negasa Indonesia. Lulusan mahasiswa dari bidalng ilmu ekonomi yang nantinya akan menjadi seorang ekonom, yang sangat dibutukhkan pola pikirnya dan kontribusinya oelh suatu bangsa. Oleh karena itu mengingat peran penting dalam menunjang efektifitas dan daya kreatif daya pikir dari seorang ekonom. Disini penulis mengemukakan metode pembelajaran berbasis pengajuan masalah perekonomian dari setiap materi pembelajaran kepada mahasiswa calon ekonom dalam menjunjang kreatifitas daya pikir pemecahan masalah  ekonomi.

PEMBAHASAN

    Di era globalsasi ini menjadi fenomena tersendiri dalam kehidupan diduania ini. Akses informasi yang mudah diakses membuat informasi-informasi dengan mudah dapat kita ketahui. Di era globalisasi ini dapat menjadi sebuah keuntungan dan juga dapat menjadi mala petaka bagi setiap Negara. Dapat menjadi keuntungan apabila Negara tersebut dengan kualitas penduduk didalamnya dpat bersaing dengannegara lain dalm meningktakan pebangunan dan pertbhan ekonomi suau bangsa itu sendri. Dan menjadi mala petaka bila suatu Negara itu bial terus bergantung dengan Negara lain.
    Hal utama yang paling disoroti dalam dalam menentukan kualitas suatu bangsa yaitu dengan meliha kualitas penduduk didalamnya. Kulitas suatu penduduk dari suatu bangsa itu dapat dilihat darri tingkat pendidikannya. Tingka pendiidakn akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat kalatas suatu bangsa. Umnya, dinegara maju, rata-rata tingkat pendidikan penduduk didalmnya adalah sarjana, begitu juga sebaliknya dinegara berkembang umumnya jua tingkat pendidikan penduduknya rata-rata juga rendah. Tetapi kenyataanya tingginya tingkat pendidikan suatu bangsa juag tdak menjamin kuliatas penduduk didalmnya.
 Oleh karena itu,untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar dari para siswa, banyak para ahli pembelajaran  disekolah-sekolah telah menyarankan penggunaan metode pembelajaran konstruktivistik dalam proses kegiatan belajar-mengajar di kelas. Dengan perubahan metode belajar tersebut diharapkan terjadi perubahan pusat  pembelajaran dari belajar berpusat pada guru kepada belajar berpusat pada siswa yang mana hal ini kan sesuai dengan sste pendidikan yang baru di Indonesia yaitu K13. Dengan kata lain, dalam sistem pengajaran ini, ketika mengajar di kelas, guru maupun dosen harus selalu berupaya menciptakan kondisi lingkungan belajar yang kondusif dan dapat membelajarkan siswa tau mahasiswa, dapat mendorong siswa belajar, atau memberi kesempatan kepada siswa maupun mahasiswa untuk berperan aktif mengakomodasi konsep-konsep yang dipelajarinya. Kondisi belajar dimana siswa maupun mahasiswa hanya menerima materi dari pengajar, mendengarakannya, mencatat, dan menghafalkan materi apa yang diajarkan, ini harus diubah menjadi sharing dan diskusi pengetahuan, mencari , menemukan pengetahuan secara aktif sehingga terjadi peningkatan pemahaman (bukan ingatan) dengan kata lian jika seseorang sudah paham, merea dapat menerjemahkan hal itu sendiri dengan gaya diri mereka sendiri, sehingga hal itu juga akan melatih daya kreatifitas siswa maupun mahasiswa itu snediri. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengajar dapat menggunakan pendekatan,cara, metode,  strategi, model pembelajaran kreatif dan inovatif.     
 Pembelajaran berbasis masalah , yang selanjutnya biasadisingkat PBL, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Ward, 2002; Stepien, dkk.,1993).
Lebih lanjut Boud dan felleti, (1997), Fogarty(1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada pebelajar (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured, atau open ended melalui stimulus dalam belajar. PBL memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

  • Memulai pemblajaran dengan suatu masalah,
  • Memulai pemblajaranr dengan suatu masalah, 
  • Memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/mahasiswa
  • Mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah, bukan diseputar disiplin ilmu,
  • Memberikan tanggung jawab yang besar kepada pebelajar dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri,
  • Menggunakan kelompok kecil, dan
  • Menuntut pebelajar untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja.


Lebih lanjut Arends (2004) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh pebelajar yang diajar dengan PBL yaitu:  

  1. inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah,
  2. belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors), dan
  3.  ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning).

Oleh karena itu hal itu kan cocok bila diterapkan dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa IESP yang khususnya merupakan calo ekonom suatu angsa. Dengan pemerian pembelajaran maslah masalah ekonomi setiap harinya mereka akan merasa terbiasa dengan adanya permaslahan dibidang ekonomi.

Langkah langkah dalam metode pembalajan berbasis masalah ini yaitu
  1. mengidentifikasi masalah ekonomi yang ada,
  2. mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah itu
  3. menganalisis data yang telah dikumpulkan,
  4. memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya yang telah dilakukan,
  5.  memilih cara dan metode untuk memecahkan masalah itu sendiri,
  6. merencanakan penerapan pemecahan masalah perekonomian yang sebelumnya di bahas ,
  7. melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan, dan
  8. melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah.
Oleh karena itu dengan metode tersebut mahasiswa khususnya mahasiswa IESP ini kan terbiasa dengan berbagai masalah-perekonomian yang ada sehingga mereka juga dapat menemukan banyak alternative cara dari hasil olah pikir dari setiap harinya dalam proses pembelajaran dikampus dengan diterapkannya petode pembelajan berbasis pengajuan masalah.

KESIMPULAN


Pembelajaran berbasis masalah , yang selanjutnya biasa disingkat PBL, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. Dengan diterapkannya metode pembelajaran berbasis pengajuan maslah ini diharapkan mahasiswa khususnya calon seorang ekonom,akan terbisa menaggapi adanya mslah perekonomian yang ada,.
 Dengan metode ini juga dapat menimblkan daya pikir kratif, inivatif fan sistematis dalam menanggapi hal-hal yang ilmiah dari fenomena-fenomena ekonomi dalam kehidupan yang nyata. Dari itu bila penerapan pembelajaran itu berkhasil, ini kan mencetak ekonom-ekonom kelas duia yang dapat mengangakat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi indoensia sendiri dari adanya daya pikir dalam menentukan kebijakan-kebijakan yag nantinya kan mereka ambil.


DAFTAR PUSTAKA

Arends.p . 1989. Critical Distictions Among Three Approaches to Peer Education. International Journal of Educational Research, 13,9-19.
Boud, D. Dan Felleti, G.I. 1997. The challenge of problem based learning. London: Kogapage
Fogarty, R. 1997. Problem-based learning and other curriculum models for the multiple intelligences classroom. Arlington Heights, Illionis: Sky Light
Stepien, W.J. (1993). Design Problem-based Learning Unit. Journal for the Education of the Gifted, 20(4), 380-400.
Sugandi, A.I. (2001). Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika melalui Model Belajar Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Siswa Sekolah Menengah Umum. Tesis UPI. Bandung
Ward, D. R. 200. Problem-based learning: how to gain the most from PBL. Canada: McMaster University Bookstore.







 






ESAI 2 BULANAN (APRIL) - "PEMANFAATAN KEMAJUAN TEKNOLOGI PERFILMAN UNTUK MENGEMBANGKAN JEMBER FASHION CARNAVAL DALAM MENGHADAPI ARUS PERSAINGAN GLOBAL"

PEMANFAATAN KEMAJUAN TEKNOLOGI PERFILMAN UNTUK 
MENGEMBANGKAN JEMBER FASHION CARNAVAL
DALAM MENGHADAPI ARUS 
PERSAINGAN GLOBAL


MOH. AMRU 
160810101191 

KELOMPOK STUDI PENELITIAN EKONOMI
2017




Pendahuluan

     Tahukah Anda dimana pagelaran carnaval terbesar se-Asia? Kita patut berbangga, karena carnaval tersebut ada di negara kita tercinta, Indonesia. Lebih tepatnya berada di Kota Jember, yang sangat dikenal dengan sebutan ‘JFC’ (Jember Fashion Carnaval). JFC merupakan sebuah event yang disebut-sebut sebagai pagelaran karnaval “berkelas Internasional” yang menjadi pusat perhatian para pecinta Fashion dunia. Lantas, Prestasi apa saja yang pernah diraih oleh carnaval tersebut? Bisakah JFC menjadi pagelaran carnaval terbesar nomer ‘satu’ dunia? Pastinya Bangsa Indonesia memiliki berbagai macam prestasi dari pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC), yang sekaligus telah menjadi icon Kota Jember. Tanpa adanya sebuah rasa kesadaran dan kerjasama dari masyarakat Indonesia, prestasi JFC tak-kan mampu diraih. Namun berbeda dengan sekarang, dari beberapa tahun terahir, untuk memajukan kearifan lokal sangatlah sulit, banyak berbagai masalah yang harus dihadapi. Salah satunya ialah kesadaran dari generasi muda atas masuknya proses globalisasi yang berakibat pada tersisihnya budaya dan kearifan lokal oleh budaya asing.
       Pagelaran JFC dicetuskan oleh salah seorang Putra Daerah Kabupaten Jember, yaitu Dynand Fariz. ‘Ide Jember Fashion Carnaval’ muncul dari pemikirannya. Seorang kelahiran Jember yang kesehariannya berkecimpung dengan fashion’ (Jannah 2010, p.3). JFC juga bestatus sebagai event yang dikelola lembaga independen yaitu Jember Fashion Carnafal Council (JFCC). Namun, sejalan dengan progress positif yang diberikan oleh JFC, maka pemerintah Kabupaten Jember merespon dengan menjadikan JFC sebagai bagian dari agenda pemerintah untuk membawa city branding Kabupaten Jember. Seperti yang dinyatakan oleh Prastiana (2012) bahwa pemerintah Kabupaten JembeR menjadikan JFC sebagai bagian dan icon utama dari agenda Wisata dan Promosi Kabupaten Jember yaitu BBJ (Bulan Berkunjung Jember).
     JFC menjadi salah satu inspirasi pagelaran karnaval dibeberapa daerah bahkan dicatat sebagai kota karnaval ke-4 Dunia setelah Mardi Gras ( Amerika Srikat), Rio De Jeneiro (Brazil), dan The Fastnach (Jerman). “JFC merupakan bukti dahsyatnya karnaval sebagai ‘city branding’dan dengan kegiatan JFC yang semakin eksis maka diharapkan Jember yang dikenal sebagai kota karnaval dunia semakin berkibar,” ucap Presiden JFC, Dynand Fariz. Atas dasar itulah tidak heran bahwa wisatawan-wisatawan asing banyak yang berkunjung. Tentunya hal ini akan sangaat menginspirasi serta memotivasi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia untuk berlomba-lomba berkreativitas dalam upaya membantu meningkatkan pendapatan devisa negara dari sektor Pariwisata Budaya.
      Sepanjang tahun 2001-2014, JFC (JFC ke-1 hingga ke-2) terus mengalami perkembangan dari semua tema defile yang diangkat setiap tahunnya. Yang menarik adalah selain mengangkat tema seni, budaya dan isu global, JFC juga mengangkat seni budaya dalam kemasan defile archipelago sebagai ungkapan selamat datang di Indonesia, misalnya dalam JFC 4 Jawa, JFC 5 Bali, JFC 6 Borneo, JFC 7 Papua, JFC 8 Ranah Minang, JFC 9 Toraja, JFC 10 Bali dan Borneo, JFC 11 Madura dan JFC 11 Betawi. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap defile selalu ada Representasi Indonesia. (Jannah: 2010: 18).
       Pada periode ini, kiprah JFC semakin dikenal oleh masyarakat luas. Banyak media yang meliput eksistensi JFC selama satu decade yaitu dari JFC-1 sampai JFC-9, setiap defile terbaik selama satu decade akan di tampilkan kembali pada pelaksanaan JFC-10. Perhelatan ini menjadi awal dari masa kejayaan JFC selama mengalami masa perkembangan. Berikut ini perjalanan JFC dari tahun 2011-2014:
       2011 : 17 Maret 2011 JFC-10 dengan tema utama EYES OF TRIUM Defile “Royal Kingdom” akan memeriahkan “Jember Fashion Carnaval (JFC) X” yang merupakan parade busana unik dengan “cate walk” sepanjang 3,6 kilometer di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 24 Juli 2011. Presiden JFC Dynand Fariz, Sabtu mengatakan inspirasi “Royal Kingdom” di Inggris dengan sekelompok pasukan yang menggunakan jas merah dan bertopi hitam tinggi menjadikan legenda monarki yang penuh kejayaan dan kemegahan. JFC X akan menghadirkan 600 peserta defile terbaik dari JFC I hingga JFC IX dengan tema utama “Eyes On Triumph”, yakni defile Punk, India, Athena, Tsunami, Borneo, Roots, Animimal Plant dan Butter Fly. (lihat dan Butter Fly. (lihat lampiran Hal.8 gambar 1)
      2012 : JFC XI EXTREMAGINATION. 8 Juli 2012, JFC Tema EXTREMAGINATION dan sepuluh defile, yaitu Rome Empire, Madurese, Oceanarium, Persians, Orchidaceae, Savana, Mushroom, Dragon, Trinidad & Tobago, Planet Heredity dengan panjang cate walk 3,6 Km. Ariesta (2012) http://mahapalajaya.web.unej.ac.id/jember-fashion-carnaval-2012 (lihat lampiran Hal.9 gambar 2)
       2013 : 23 dan 25 Agustus 2015 JFC-12 Tema ARTECHSION : ART, TECHNO, and ILLUSION JFC-XII, 2013 : “Ada sepuluh tema defile. Salah satu kekayaan budaya nusantara menjadi tema defile JFC XII”, kata Presiden JFC, Dynand Fariz di Jember, Jawa Timur, Minggu. (arfani, 2013), diantaranya Tibet, Betawi, Art Deco, Canvas, Bamboo, Beetle, Octopus, Spider JFC kids, venice JFC kids, tribe. (lihat lampiran Hal.10 gambar 3)
       2014 : JFC-13 (Jember Fadhion Carnaval) mengsung tema TRIANGEL-Dynamic and Harmony diselenggarakan pada 20-24 Agustus 2014 dengan 10 defile yakni Mahabaratha, Tambora, Borobudur, Wild deer, Flying Kite, Pine Forest, Stalagmite, Chemistry and Apache. JFC pada tahun ini memasuki tahun ke-8 Tahun Ekonomi Kreatif Indonesia dan Visit (lihat lampiran Hal.11 gambar 4)

PEMBAHASAN

    Salah satu cara untuk mengembangkan JFC ialah dengan Teknologi. Teknologi merupakan produk sains atau ilmu pengetahuan. Dalam arti luas Teknologi yaitu alat yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu (Wawan Wardiana, 2002). Masuknya berbagai macam teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat digunakan dalam mengembangkan JFC untuk mendapatkan sebuah penghargaan dari event-event Internasional yang akan membawa JFC sebagai ‘kota carnaval terbesar di dunia’.
    Kesadaran serta kreativitas masyarakat, sangatlah dibutuhkan untuk mengembangkan JFC hingga ke kancah Internasional. Berbagai pelatihan seminar, khususnya bertema JFC sangat dibutuhkan, agar meningkatkan kesadaran masyarakat tentang JFC. Teknologi juga dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam memaksimalkan usaha tersebut. Keahlian dalam menggunakan serta mengembangkan teknologi perlu diperhatikan. Pengembangan JFC melalui bantuan teknologi sangatlah berpengaruh. Dalam hal ini, ‘pesatnya perkembangan dunia perfilman’ saat ini, dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan JFC, baik dalam lingkup Nasional maupun Internasional, demi terwujudnya JFC sebagai ‘pagelaran karaval nomer satu di dunia’. Film JFC akan ditayangkan setiap 2 tahun. Pembuatan film ini juga atas kerjasama dengan negara-negara yang kompeten dalam dunia perfilman, seperti Amerika dengan hollywood-nya, Korea, China, India, dan lain sebagainya. Dengan itu, diharapkan akan semakin banyak orang yang tau tentang JFC, terutama masyarakat luar negeri, yang nantinya akan mendatangkan banyak wisatawan asing untuk berkunjung melihat JFC, sehingga akan banyak mendatangkan devisa untuk negara. Untuk itu, peran dari pemerintah serta kesadaran masyarakat sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Langkah-langkah dalam lingkup Nasional, sebagai berikut:


  • Mengadakan seminar nasional diberbagai daerah khususnya kota Jember yang bertema Jember Fashion Carnaval (JFC);
  • Menampilkan performa terbaiknya saat tampil dalam event-event Nasional. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan agar banyak warga yang berminat berkreativitas untuk bahu-membahu membantu JFC dalam merancang fashion;
  • Melakukan penyuluhan serta memberi pelatihan kepada masyarakat yang tertarik dengan dunia fashion untuk menunjukkan kreativitasnya, yang kemudian akan diadakan kompetisi;
  • Dan dari kompetisi tersebut akan dipilih perancang dan pemodel terbaik.
 Langkah-langkah saat bersaing di kancah Internasional
  •  Menampilkan performa terbaiknya saat tampil dalam event-event Internasional;
  • Bekerjasama dengan ke dua Negara untuk mengembangkan JFC melalui pembuatan film:
          a. Negara lain sebagai pembuat filmnya melalui teknologi modern;
          b. Indonesia sebagai perancang fashion.
  • Film akan direalis setiap 2 tahun sekali, dan akan ditayangkan di banyak negara
KESIMPULAN

        Kearifan lokal di Indonesia sangatlah beragam, dan masing-masing memiliki keunikan, ciri khas serta keunggulan yang seandainya mampu di kelola dengan baik, ditambah dengan promosi yang maksimal, tentu akan mendatangkan banyak wisatawan Mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Kualitas SDM semakin meningkat sebab secara tidak langsung mendapatkan sebuah pedidikan.. Dari itu diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke jember dan secara otomatis akan mendatangkan banyak devisa untuk negara tercinta, Indonesia. Go JFC ! Go Pariwisata Indonesia!

DAFTAR PUSTAKA







ESAI 2 BULANAN (APRIL) - "PENERAPAN DAN PENGENDALIAN NEW CYCLE PENDIDIKAN DENGAN KONSEP NUANSA TERASI (Terapan Ilmu dan Diskusi) SEBAGAI UPAYA TERCIPTANYA SISTEM PENDIDIKAN YANG BERKEMAJUAN"




"PENERAPAN DAN PENGENDALIAN NEW CYCLE PENDIDIKAN DENGAN KONSEP NUANSA TERASI (Terapan Ilmu dan Diskusi) SEBAGAI UPAYA TERCIPTANYA
 SISTEM PENDIDIKAN YANG BERKEMAJUAN"



Anggit Widya Permana


KELOMPOK STUDI PENELITIAN EKONOMI
2017





PENDAHULUAN

Transformatif kini telah terjadi di belahan dunia manapun dengan berubahnya era yang dulu serba manual telah beranjak berubah ke era digital hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya globalisasi, kemudahan mengakses informasi menambah deretan keterbukaan yang ada. Tak dapat dipungkuri lagi bahwa kini informasi bergerak cepat sehingga informasi dapat dijangkau dengan mudah karena adanya tekonologi. Perubahan ini merupakan suntikan positif bagi dunia, untuk melakukan hubungan kerja sama, karena tidak lagi dibatasi oleh jarak dan segala aktivitas manusia dapat di dukung dengan adanya inovasi yang ada.
            Kemajuan dunia pada abad 20-an cukup menarik perhatian dengan munculnya berbagai teknologi yang digagas oleh setiap negara, pada abad ini memang struktur kehidupan telah mengalami perubahan dari primitive ke modern karena hal-hal berbau dengan kegiatan etnis telah mulai ditinggalkan karena dianggap tidak sesuai dengan zaman. Dalam menghadapi hal seperti itu dibutuhkan kesiapan negara agar mampu bersaing dengan kompetitor di era sekarang.
Pendidikan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mewujudkan hal itu, mengapa demikian pendidikan sering disebut sebagai  Pilar bangsa yang memiliki maksud sebagai tumpuan kekuatan dan integritas. Hal ini tercermin sebagai mana dengan upaya pemerintah dalam membangun kawula muda agar mampu menjadi generasi yang ahli dan berkompeten. Apabila kita telisik pendidikan di indonesia dari Era ke era telah mengalami pembaharuan dari segi sistem maupun kurikulumnya. Dari sistem catur wulan hingga semester yang masih bertahan hingga saat ini.
Perubahan tersebut bukan karena alasan tetapi sebuah tuntutan dan kebijaksanaan dari pemerintah untuk menanggapi persoalan yang ada dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
Untuk mencapai kesuksesan yang optimal dalam rangka perbaikan stuktural pendidikan, tidak akan terlepas dari elemen pendidikan yang ada. Elemen pendidikan yang dimaksud yakni Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, para pendidik (guru, dosen, dan sebaginya), dan peserta didik. Setiap elemen memiliki peran  dalam mewujudkan pendidikan yang ideal di Indonesia. Setiap elemen saling berhubungan. Keputusan pada satu elemen  mempengaruhi elemen lain dalam membuat keputusan. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki peran yang penting dalam menetapkan sistem dan regulasi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Apabila diperhatikan, negara Indonesia memakai sistem pendidikan dari negara lain yang sudah terbukti keefektifan sistem pendidikannya. Namun, kita harus lebih menelaah lebih dalam mengenai kecocokan dan kesiapan seluruh infrastruktur sekolah secara menyeluruh di pelosok Indonesia.
            Kunci dari kesuksesan kualitas pendidikan terletak pada para peserta didik. Indikator kesuksesan dilihat dari kualitas hasil didikan. Oleh karena itu, para pendidik diharapkan mampu mengikuti metode yang diterapkan pemerintah. Melalui manajemen waktu yang baik dari setiap peserta didik, pendidikan dapat dipicu menjadi lebih efektif. Selain itu, para peserta didik diharapkan berpatisipasi dalam kegiatan luar akademik. Hal ini penting demi menyelaraskan dunia akademik dan non akademik sehingga tercipta keseimbangan dalam diri peserta didik. Kemampuan dalam menganalisis baik atau buruk sesuatu hal kepada diri sangat diperlukan demi menjaga peserta didik dari pengaruh buruk globalisasi.
            Melalui kerjasama ketiga komponen tersebut, diharapkan kemunculan sebuah model pendidikan yang ideal sepenuhnya bagi Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya kita kembali lagi kepada kesiapan masing-masing elemen dalam menyadari dan melakukan perannya secara maksimal. Ketidaksesuaian satu elemen akan membuat akibat beruntun bagi kesuksesan dunia pendidikan.


  
PEMBAHASAN

Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam menumbuhkembangkan kualitas sumber daya manusia, melaui jalur ini seseorang dapat mengasah kemampuan maupun keterampilan yang dibutuhkan kelak nanti sebagai bekal untuk menghadapi persaingan. Pengetahuan sebagai kunci poros manusia untuk bertindak dan berinovasi, dalam hal ini adalah semakin melebarnya cakrawala pandang seseorang terhadap satu atau lebih objek. Apabila kita membahas pendidikan tidak akan pernah terlepas dari beberapa unsur, yaitu sebagai berikut :
a.       Integritas Kurikulum
b.      Sarana dan Prasarana
c.       Stuktural Edukasi
d.      Subjek Pendidik (Guru)
e.       Subjek Di-didik (Siswa)
Dalam upaya untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas bangsa dalam menghadapi persaingan Global, dirasa sistem pendidikan saat ini belum cukup memumpuni untuk diaplikasikan, karena melihat pendidikan yang belum terintegrasi dengan sistem.  Dibutuhkan konsep baru agar mampu mencapai kualitas yang baik. New Cycle / siklus baru, dalam konsep ini akan ada pembaharuan / inovasi  dari setiap komponen pendidikan untuk membenahi serta merenovasi penyakit-penyakit yang saat ini sedang berkembang biak di dalam lingkup pendidikan, sehingga terkesan muncul atmosfer yang menuai ketidaknyamanan selama proses KBM (kegiatan Belajar Mengajar). New Cycle terdiri atas beberapa macam yaitu sebagai berikut :
a.       New Cycle Curriculum
b.      New Cycle Teach & Teacher
c.       New Cycle Structure & Control  
d.      New Cycle Extracurricular
e.       New Cycle Integrity Character
Pertama, siklus baru kurikulum, perlu diketahui pada saat proses transisi  dari kurikulum 2006 ke kurikulum 2013/ lebih populer di kenal K-13 banyak menuai kritik dari beberapa kalangan, kritik dianggap hal wajar karena berkaitan dengan sesuatu yang baru, pada akhirnya sempat divakum terlebih dahulu untuk dilakukannya revisi. Tahun ajaran baru mendatang di rencanakan K13 Akan siap di distribusikan ke pendidikan di indonesia, mulai tingkat Dasar, Menengah Pertama,hingga Menengah Atas. Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan Persaingan Global dibutuhkan kurikulun dasar terlebih dahulu, dengan menyampingkan konsep kurikulum secara kompherensif.
 Daya Kreativitas dapat diimplementasikan melalui mata pelajaran Seni Budaya yang Berketerampilan (SBB). Seni budaya yang berorientasi pada kegiatan wirausaha dengan konsep berkarya-penelusuran Bakat. Untuk mempersiapkan Persaingan Global dapat diterapkan English Day, konsep ini merupakan upaya perwujudan dari mata pelajaran Bahasa inggris agar mampu diterapkan pada kehidupan secara empiris, berkaitan dengan kualitas diri Kemampuan berkomunikasi untuk menghadapi area global.





Kedua, adalah siklus baru cara mengajar dan tenaga pendidik. Siklus ini berkaitan dengan elemen penggerak pendidikan yang notabennya sebagai motor pendorong terbentuknya siswa yang berkualitas, berdasarkan kualifikasi pendidikan di indonesia menyebutkan beberapa standart kompetensi yang harus terpenuhi oleh tenaga pendidik. Tingkat skill dan keterampilan seorang guru akan berbanding lurus berkolerasi dengan bentukan para anak didiknya, hal ini yang kemudian menjadi permasalahan yang serius, bagaimana menciptakan guru yang berkompeten untuk berlangsungnya pendidikan di indonesia yang temonitor dengan baik.
Kualifikasi Akademik adalah keahlian atau kecakapan khusus dalam bidang pendidikan baik sebagai pengajar pelajaran, administrasi pendidikan dan seterusnya yang diperoleh dari proses pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Kualifikasi akademik diartikan sebagai tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undanangan yang berlaku ( Pasal 28 ayat 2 )
New cycle Teach dan Teacher, mengapdosi dari sistem pendidikan di finalandia yang berkaitan dengan pembentukan guru yang terlatih secara profesional, seperti yang disebutkan di atas bahwasannya tenaga pendidikan secara langsung memiliki peran sentral yang sangat memilik impact besar selama proses dan pembentukan keterampilan dan kualitas subjek yang di-didik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat kerangka konsep New Cycle Teach & Teacher
 




Ketiga siklus baru struktur dan control, siklus ini berkaitan dengan pembentukan unsur struktural dalam sistem pendidikan yang mengarah pada instansi objek itu sendiri. Mengenai struktur organisasi dapat disebut juga pengelolah sekolah, seperti yang diketahui  jabatan paling tinggi di instansi pendidikan  adalah kepala sekolah, bicara mengenai struktural yang paling umum terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah yang biasanya mencakup Waka Kurikulum, kesiswaan, humas,dan lain-lain serta struktural lainnya seperti Guru,dan Tata usaha.
            Keorganisasian dalam sekolah diartikan pengendali yang mengatur proses berjalannya pendidikan yang berpedoman pada sistem regulasi dan haluan dari pemerintah melalui kementrian pendidikan dalam hal ini adalah perundang-undangan dan kurikulum pendidikan. New Cycle ini mengarah pada bagaimana struktur dalam sekolah terintegrasi dengan baik, dimana kerjasama yang terjalin haruslah memiliki kesinambungan antara elemen pendidikan yang ada. Untuk Control sendiri dapat diartikan sebagai bentuk monitor dari otorisasi sekolah mengenai proses KBM (kegiatan Belajar Mengajar) yang dijalankan oleh subjek pendidik. Ini memiliki kaitan dengan siklus baru Teach & Teacher Apakah telah menerapkan sistem atau tidak. Dapat diambil contoh bentuk dari aksi struktural sekolah dalam hal ini adalah control, dengan  mengupayakan terciptanya Proses KBM yang sesuai dengan sistem yaitu dengan peletakan CCTV, tindak seperti ini mungkin dianggap sepele tetapi cara ini  yang efisien dalam hal pengendalian.
            Keempat adalah siklus baru mengenai kegiatan ekstrakurikuler atau aktivitas semi akademik yang dijalankan biasanya di luar jam sekolah. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan (2008: 4), kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.Ekstrakulikuler merupakan cara atau aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan mengenai minat dan bakat seseorang terhadap suatu bidang tertentu, dalam kegiatan ini biasanya para siswa diberikan kesempatan untuk menggali dan mengasah potensi dalam diri terkait pembentukan kompetensi terhadap hard skiil. Apabila dilihat aktivitas seperti in adalah salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi sekolah untuk bidang non akademiknya.
            Perlu diketahui tidak semua persaingan global hanya untuk area intelektual, perdagangan maupun segi perekonomian. Sebagai bangsa yang berkualitas harus memiliki semua unsur yang mampu menunjang terbentuknya reputasi baik dimata dunia. New cycle ini lebih mempertebal ragam maupun regulasi  mengenai ekstrakulikuler itu sendiri, karena telah hampir semua sekolah dipenjuru pertiwi telah mengadakan progam ini. Mengenai ragam dapat dipelebar lagi bidang keahliaanya sedangkan  untuk regulasi adalah penerapan sifat wajib untuk semua siswa dengan sistem satu siswa=satu kegiatan atau bidang, hal ini memiliki maksud untuk membekali siswa terhadap keahliaan tertentu sesuai minat dan bakat siswa.
            Kelima adalah siklus integritas karakter, bicara mengenai karakter pasti yang terlintas adalah sesuatu yang terarah dengan ciri khas tertenu dalam lingkup positif. Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, teperamen, watak. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat dan berwatak ( Amri dkk., 2011: 3). Secara etimologis, kata karakter berarti tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain (Poerwadarminta seperti dikutip dalam Syarbini, 2012: 13). Dalam bahasa Inggris, karakter (character) diberi arti a distinctive differentiating mark, tanda atau sifat yang membedakan seseorang dengan orang lain (Martin H,Manser seperti dikutip Syarbini, 2012: 13).
Meskipun dalam penerapan ekstrakulikuler nantinya akan memunculkan sifat dan karakter, tetapi dalam siklus ini perlu ada pemisahan untuk lebih memfokusnya kinerja dalam pembentukannya. Sebagai bangsa yang besar, bangsa yang lahir karena budaya dan sejarah, sudah sepatutnya pendidikan di indonesia tidak hanya mengambil atau mengadopsi sistem pendidikan yang terbukti dan modern. Tetapi hendaknya ada pembeda sebagai indentitas bangas indonseia itu sendiri.
            New Cycle ini mengarah kepada pembentukan pendidikan melalui proses adaptif. Pemanfaatan warisan leluhur mengenai berbagai nilai dan moral dirasa perlu pada era sekarang, era dimana teknologi mampu menggerus akar kepribadian bangsa indonesia melalu generasi muda. Pendidikan yang berkebudayaan istilah baru dalam siklus ini menerapkan metode kesesuaian dengan nilai-nilai bangsa, alat yang menjadi sumber penggerak adalah mata pelajaran Sejarah, Sosiologi dan Agama seperti yang ada pada gambar berikut ini : 





                Dari kelima New Cycle pendidikan diatas, diharapkan sistem baru muncul selama proses KBM dan tersemat dalam sistem pendidikan yang dapat diimplementasikan dalam setiap jenjangnya. Mengenai konsep TERASI (Terapan Ilmu dan Diskusi) adalah bagaimana sinergitas siklus baru dengan pemakaian nuansa baru dalam hal eksekusi. Terapan Ilmu atau biasanya disebut ilmu terapan sendiri merupakan gagasan mengenai penerapan dari satu atau lebih bidang-bidang tertentu untuk penyelesaian masalah praktis yang langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari. Sedangkan diskusi adalah proses wujud nyata dalam bertukar pikiran mengenai suatu fenomena atau masalah dengan mencari langkah solutif. Pengimplementasiaan Terasi terbagi beberapa manfaat dengan penggabungan dua makna yakni Terapan ilmu dan Diskusi, yaitu sebagai berikut :
      a.       Meningkatkan kecerdasaan intelektual
      b.      Meningkatkan keterampilan
      c.       Melatih kecerdasan emosional  
      d.      Tumbuh daya dan sikap kritis
      e.       Melatih kooperasi atau kerja sama
f.                                    Tumbuh sikap kepedulian sosial, dan lain sebagainya
Dari manfaat yang tersusun diatas sudah jelas mengenai harapan dengan penerapan sistem maupun konsep baru, ilmu terapan memiliki posisi paling berpengaruh dalam pemahaman seorang siswa, bukan saja teori tetapi ilmu praktis sangat diperlukan, apabila dikombinasikan dengan diskusi justru akan jauh lebih optimal dibandingkan hanya salah satu yang berdiri. Persaingan dan kualitas akan terukur dengan kebiasaan yang mendukung hal itu, TERASI diharapkan menjadi jalan keluar untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia.


     
KESIMPULAN

Pendidikan merupakan salah satu upaya atau cara untuk meningkatkan kualitas bangsa melalui sumber daya manusia yang ada, yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya. Proses pembentukan dan pengasahan manusia tidak akan terlepas dari pengetahuan dan keterampilan yang  didapatinya melalui meja sekolah. Mutu pendidikan suatu negara dapat mencerminkan reputasi dan posisi negara tersebut, semakin baik sistem yang ada semakin baik pula negara tersebut. Untuk meningkatkan sistem pendidikan di indonesia muncul istilah baru mengenai sesuatu yang lahir kembali yaitu New Cycle, yang terbagi atas beberpa macam
      a.       New Cycle Curriculum
      b.      New Cycle Teach & Teacher
      c.       New Cycle Structure & Control 
      d.      New Cycle Extracurricular
      e.       New Cycle Integrity Character
     Siklus tersebut dapat disukses terjalani apabali dalam penerapan dibarengi dengan nuansa KBM yang baru yaitu TERASI (terapan ilmu dan Diskusi ) adalah bagaimana sinergitas siklus baru dengan pemakaian nuansa pembelajaran yang baru jua dalam hal eksekusi. Terapan Ilmu atau biasanya disebut ilmu terapan sendiri merupakan gagasan mengenai penerapan dari satu atau lebih bidang-bidang tertentu untuk penyelesaian masalah praktis yang langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari. Sedangkan diskusi adalah proses wujud nyata dalam bertukar pikiran mengenai suatu fenomena atau masalah dengan mencari langkah solutif. diharapkan kemunculan sebuah model pendidikan baru new cycle dan Terasi dapat memberikan kontribusi sepenuhnya bagi Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya kita kembali lagi kepada kesiapan masing-masing elemen dalam menyadari dan melakukan perannya secara maksimal. Ketidaksesuaian satu elemen akan membuat akibat beruntun bagi kesuksesan dunia pendidikan.




DAFTAR PUSTAKA

Wiratmoko, Ario. Juny 2012, Pengaruh kegiatan ekstrakulikuler robotika terhadap  kecerdasan emosional siswa di SMK negeri 3 Yogyakarta. Vol. 1 (5). Diambil dari :       http ://www.jurnal.unsyiah.ac.id/peluang/article/view/1062/998
Noor Yanti, Rabiatul Adawiah, Harpani Matnuh.2016. Pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler dalam rangka pengembangan nili-nilai karakter siswa. Vol 6 (11). Diambil dari : http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/pkn/artcle/download/746/650 















Hasil Diskusi Kelompok 14_Minggu 4 (Mei)

  HASIL DISKUSI KELOMPOK 14 19 Mei 2022 Topik : Pemerintah tetap mewajibkan penggunaan masker pada kondisi dan kelompok masyarakat tertent...